Wisata Kaliurang Lesu di Awal Ramadan, Lebaran Diprediksi Ramai

6 hours ago 2

Wisata Kaliurang Lesu di Awal Ramadan, Lebaran Diprediksi Ramai Satu Jeep Wisata sedang melintas ruas jalan di Kawasan Kaliurang, Kalurahan Umbuharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Senin (31/3/2025). Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono

Harianjogja.com, SLEMAN—Memasuki bulan Ramadan, jumlah kunjungan wisatawan ke Kawasan Kaliurang mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini diperkirakan hanya bersifat musiman, karena Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman memproyeksikan lonjakan wisatawan pada periode libur Idulfitri mendatang.

Koordinator TPR Kaliurang, Danang Sumbodo, mengungkapkan jumlah kunjungan pada Minggu (1/3/2026) tercatat hanya 655 orang. Penurunan ini disebut sebagai tren tahunan ketika masyarakat mulai fokus pada aktivitas ibadah di bulan puasa.

“Menjelang puasa saja pasti turun kunjungannya,” kata Danang saat dihubungi, Senin (2/3/2026).

Secara kumulatif, jumlah kunjungan pada Januari 2026 mencapai 59.570 wisatawan, sedangkan Februari tercatat 31.329 wisatawan.

Dispar Sleman memproyeksikan situasi akan berbalik saat momentum libur Idulfitri. Berdasarkan pengalaman libur Idulfitri 2025, kunjungan harian ke Kaliurang mampu menembus 5.410 wisatawan dalam sehari. Biasanya, lonjakan terjadi pada H+3 Lebaran ketika pemudik mulai mengisi waktu libur bersama keluarga dengan berwisata.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Sleman, Kus Endarto, menjelaskan total pergerakan wisatawan ke Kabupaten Sleman sepanjang Januari 2026 tercatat sebanyak 664.053 kunjungan. Dari jumlah tersebut, 98,53% atau 654.279 pergerakan didominasi wisatawan nusantara.

Data sementara menunjukkan hampir 95% wisatawan nusantara yang datang ke Sleman berasal dari Pulau Jawa. Tiga provinsi penyumbang terbesar yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Berdasarkan jenis destinasi, wisata alam masih menjadi pilihan utama dengan kontribusi 43,96% atau 291.954 kunjungan. Mayoritas destinasi alam tersebut berada di kawasan lereng Merapi dan wilayah utara Sleman.

Selain itu, destinasi berbasis cagar budaya juga mencatat angka signifikan dengan porsi 34,21% atau 227.167 kunjungan. Beberapa lokasi favorit di antaranya Candi Prambanan dan Kraton Ratu Boko beserta kompleks candi kecil di sekitarnya.

Secara spasial, konsentrasi pergerakan wisatawan terbesar berada di kawasan utara Sleman sebesar 49,58%, disusul wilayah timur Sleman sebesar 38,88%. Distribusi ini selaras dengan dominasi objek wisata alam dan kawasan candi yang berada di dua wilayah tersebut.

Meski demikian, capaian Januari 2026 menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Jika dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 1.002.946 pergerakan, terjadi penurunan sebesar 33,79%. Sementara dibandingkan Januari 2025 yang mencatatkan 954.145 pergerakan, penurunan tercatat sebesar 30,40%.

Kus Endarto menyebut penurunan ini dipengaruhi kondisi perekonomian masyarakat serta faktor cuaca sepanjang Januari 2026 yang berdampak pada mobilitas dan minat perjalanan wisata. Dengan mendekatnya libur Idulfitri, Dispar Sleman berharap tren kunjungan wisata Kaliurang dan destinasi lain di Sleman kembali meningkat signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|