Jakarta, CNBC Indonesia - Uni Emirat Arab (UEA) pada hari ini, Kamis (14/5/2026) menyatakan bahwa pihaknya "membantah laporan" yang menyebutkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara rahasia mengunjungi negara tersebut, Bantahan ini keluar pasca kantor Netanyahu menyatakan telah bertemu dengan presiden UEA selama perang dengan Iran.
Kantor Netanyahu pada Rabu menyatakan bahwa ia telah "melakukan kunjungan rahasia ke Uni Emirat Arab" selama perang, di mana ia bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
Pengumuman tersebut muncul sehari setelah Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengumumkan bahwa Israel telah mengirim sistem pertahanan udara Iron Dome, beserta personel untuk mengoperasikannya, ke UEA selama perang dengan Iran.
Meskipun tidak secara tegas mengonfirmasi pernyataan Huckabee, kantor Netanyahu mengatakan bahwa kunjungan tersebut "menandai terobosan bersejarah dalam hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab".
"Uni Emirat Arab membantah laporan yang beredar mengenai dugaan kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke UEA, atau penerimaan delegasi militer Israel di negara tersebut," kata Kementerian Luar Negeri UEA dalam sebuah pernyataan, mengutip AFP, Kamis (14/5/2026).
"UAE menegaskan kembali bahwa hubungannya dengan Israel bersifat terbuka dan... tidak didasarkan pada kesepakatan yang tidak transparan atau tidak resmi. Oleh karena itu, klaim apa pun mengenai kunjungan yang tidak diumumkan atau kesepakatan yang tidak diungkapkan sama sekali tidak berdasar kecuali diumumkan secara resmi oleh otoritas terkait di UAE," tambahnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

















































