Trump Tiba-Tiba Ungkit Serangan Jepang ke Amerika

13 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyinggung sejarah sensitif Jepang saat bertemu Perdana Menteri Sanae Takaichi di Gedung Putih, Kamis (19/3/2026) waktu setempat. Pembicaraan tersebut muncul di tengah pembahasan konflik Iran.

Pernyataan itu muncul saat Trump menjawab pertanyaan wartawan terkait alasan Washington tidak memberi tahu sekutu, termasuk Jepang, sebelum melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari.

Trump menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga unsur kejutan dalam operasi militer.

"Kami tidak memberi tahu siapa pun karena kami ingin kejutan. Siapa yang lebih tahu soal kejutan selain Jepang? Mengapa Anda tidak memberitahu saya tentang Pearl Harbor?" ujar Trump, seperti dikutip CNBC International.

Komentar tersebut merujuk pada Attack on Pearl Harbor, serangan mendadak Jepang ke pangkalan militer AS pada 1941 yang menewaskan lebih dari 2.400 orang dan menjadi titik balik masuknya AS ke Perang Dunia II.

Dalam pertemuan itu, Takaichi dilaporkan tampak tidak nyaman, meski tetap menjaga sikap diplomatis di hadapan publik.

Trump juga mengklaim serangan ke Iran berjalan efektif. Ia menyebut operasi tersebut mampu menghancurkan sekitar 50% target yang telah diantisipasi dalam dua hari pertama.

Pertemuan kedua pemimpin turut membahas keamanan jalur energi global, khususnya di Selat Hormuz. Jepang sebelumnya menyatakan kesiapan berkontribusi menjaga keamanan pelayaran, namun belum memutuskan pengerahan kekuatan militer karena keterbatasan konstitusi pasifisnya.

Komentar Trump yang menyinggung "luka lama" Jepang ini memicu beragam reaksi. Sebagian pihak menilai pernyataan tersebut tidak sensitif terhadap sejarah, sementara lainnya menganggapnya sebagai candaan dalam konteks strategi militer modern.

(tfa/tfa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|