REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Federal Reserve System atau The Fed menurunkan suku bunga setelah bank sentral AS itu menaikkan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase.
"Suku bunga di Amerika Serikat seharusnya 1 persen atau kurang dari itu, karena kami adalah negara dengan kredit terbaik di dunia; jauh lebih baik dari yang lain," kata Trump di unggahan platform media sosial miliknya, Truth Social, Rabu (16/9).
Menurut Trump, AS sedang mengalami "ledakan" investasi baru. Sehingga, jika AS menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang mengalami defisityang jumlahnya banyak, maka dia mengeklaim AS akan menghasilkan sedikitnya 1,5 triliun dolar AS per tahun.
Istilah "defisit", menurut Trump, tidak lebih dari sekadar kata mewah untuk sebuah kerugian. AS, kata Trump, sedang "menanggung" hampir seluruh negara di dunia dan hal itu tidak bisa dibiarkan berlanjut lebih lama lagi.
"Turunkan suku bunga Amerika Serikat. Segera!" tegas Trump di unggahan media sosialnya.
Sebelumnya, The Fed memutuskan kenaikan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase, menjadi 3,75 sampai 4 persen, yang menjadi kenaikan pertama sejak 2023.
Akhir Mei lalu, Trump mengatakan Kevin Warsh, sebagai ketua baru Fed, akan memimpin upaya modernisasi besar-besaran sambil tetap independen dalam pengambilan keputusan.
Sementara itu, Trump terus mengkritik Jerome Powell, mantan ketua The Fed, karena dianggap terlalu lambat dalam menurunkan suku bunga acuan.
Pada akhir Agustus, Trump mengatakan Warsh akan melakukan hal yang diperlukan menjelang keputusan suku bunga berikutnya. Namun, dia juga mencatat bahwa AS seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia.
sumber : ANTARA

2 hours ago
4















































