Trump dan Xi Jinping Ketemu, Investor Minta Tak Cawe-Cawe Urusan Ini

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan menggelar pertemuan bilateral di Beijing pada 13-15 Mei 2026. Hasil pertemuan ini akan menentukan dinamika geopolitik global, mengingat AS dan China merupakan dua negara ekonomi terbesar di dunia.

Para investor mewanti-wanti agar Trump dan Xi Jinping bisa mengesampingkan ketegangan dagang antara AS dan China saat melangsungkan pertemuan. Sementara itu, para investor mengaku saat ini fokus pada sektor AI yang berkembang pesat. Diharapkan Trump dan Xi Jinping tak ikut campur terlalu dalam pada urusan bisnis pengembangan AI.

Meskipun topik-topik sensitif seperti perang AS-Israel di Iran, Taiwan, logam tanah jarang, dan senjata nuklir, mungkin dibahas dan perbedaan pendapat besar dapat merusak kepercayaan pasar, investor saat ini bertaruh pada dorongan teknologi China.

Indeks acuan Shanghai Composite China diperdagangkan pada level tertinggi dalam 11 tahun dan pertumbuhan ekspor terus meningkat pesat berkat gelombang pesanan yang didorong AI.

Bahkan, surplus perdagangan yang melebar pun tidak membuat para manajer dana khawatir tentang putaran tarif AS yang baru. Mereka telah mengalihkan portofolio mereka untuk mendukung upaya swasembada AI China.

"Situasinya telah berbalik. Hanya sedikit hal yang ingin China diskusikan dengan Trump," kata Yang Tingwu, wakil manajer umum Tongheng Investment, dikutip dari Reuters, Rabu (13/5/2026).

Di saat bersamaan, perang dagang dan ancaman tarif AS selama betahun-tahun telah memicu fluktuasi harga aset di China. Paling jelas tampak pada mata uang yuan yang terus meningkat selama setahun terakhir hingga mencapai puncak tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Meskipun ketegangan AS dan China sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan sempat mencapai titik puncak pada pemerintahan Trump, tetapi kondisi saat ini dinilai sudah melunak.

Trump melakukan kunjungan pertamanya ke China dalam hampir sembilan tahun. Sebelumnya, Trump dan Xi Jinping juga sudah bertemu di Korea Selatan pada Oktober 2025 dan menyepakati 'gencatan senjata' perang dagang AS-China.

Pengadilan AS telah membatalkan sebagian besar hambatan tarif awal Trump. Data perdagangan menunjukkan barang-barang China tetap mencapai AS melalui Asia Tenggara.

Seiring dengan dampak dari perang Iran yang memperkuat upaya China untuk memperkuat rantai pasokannya, investor juga telah memperhitungkan ketegangan AS-China dan bertaruh bahwa hal itu akan mendorong pengembangan teknologi China.

"China telah membuat kemajuan besar dalam teknologi, mengembangkan ekonomi baru, memperluas pengaruh globalnya, dan meningkatkan daya tawarnya dalam persaingan kekuatan global," kata Wen Xunneng, pendiri dan CEO Zhu Liu Asset Management.

Xunneng berinvestasi dalam infrastruktur AI dan mengharapkan hubungan AS-China akan stabil, setidaknya sampai Xi Jinping melakukan kunjungan balasan yang diharapkan ke AS.

"Setelah kunjungan Xi ke AS, kedua negara mungkin memasuki tahap persaingan berikutnya, tetapi sekarang adalah waktu yang relatif damai," katanya.

Bagi sejumlah investor, fakta pertemuan itu sendiri sudah cukup meyakinkan.

"Kedua belah pihak telah berupaya untuk bertemu selama masa-masa yang sangat sulit. Sebagai investor, saya lebih suka melihat hal itu daripada kegagalan komunikasi total seperti yang kita lihat beberapa tahun lalu," kata Tiffany Hsiao, manajer portofolio di Matthews Asia.

Namun, dengan ekspektasi pengumuman besar yang rendah, pilihan alternatif bagi sebagian besar investor trading adalah mengamati apa yang telah menggerakkan pasar, dan itu adalah booming AI global.

Zeng Wanping, manajer dana Beijing Monolith Fund Management, mengatakan ia terutama tertarik pada apakah AS akan mengizinkan chip Nvidia yang lebih canggih untuk dijual di China, yang akan memberi tekanan pada produsen lokal.

"Satu-satunya hal yang layak dipantau adalah perkembangan seputar AI," katanya. "Ini adalah fokus utama pasar, tidak ada yang lain," ujarnya.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|