Tips Menjaga Kesehatan di Hari Kemenangan

7 hours ago 17

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momen Idul Fitri atau Lebaran sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Sebab, inilah hari kemenangan setelah sebulan penuh kaum Muslimin menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.

Untuk merayakan hari raya tersebut, umat Islam di Indonesia sudah terbiasa dengan tradisi menyiapkan berbagai jenis makanan, mulai dari opor ayam, ketupat sayur, rendang, sop, hingga berbagai jenis makanan berat lainnya.

Di samping itu, ada berbagai jenis cemilan yang biasa tersaji, seperti nastar, puteri salju, lidah kucing dan sebagainya. Itu semua menghiasi meja ruang tamu yang ditata dengan apik dan menarik.

Setelah menahan diri sebulan penuh, banyak Muslimin yang seperti lepas kontrol pada hari Idul Fitri dan pasca-Lebaran. Segala menu yang tersedia disantapnya.

Pasca-Ramadhan, jamak ditemukan peningkatan kasus diare, hipertensi, dyspepsia, kolesterol, radang tenggorokan, asam urat, dan diabetes. Kemunculan penyakit-penyakit berkaitan erat dengan pola makan. Karena itu, ada beberapa tips yang dapat diikuti pada saat momen dan setelah Lebaran.

Pertama, menjaga jarak makan berat dengan porsi yang sesuai. Tersedianya ketupat sayur, rendang, dan opor ayam di setiap rumah tentu menggugah selera. Namun, tidak bijak jika kita langsung membebani sistem pencernaan secara berlebihan.

Makanlah porsi sedikit sampai sedang. Kemudian, berilah jeda minimal 6 jam untuk porsi berat berikutnya. Memakan makanan berat secara berlebihan akan membuat sistem pencernaan kita bekerja keras. Perut yang penuh pun akan rawan menimbulkan dyspepsia.

Kedua, hindari makanan pedas. Pada momen Lebaran, masyarakat Indonesia biasanya menyediakan makanan berasa pedas yang bersumber dari jenis cabai-cabaian. Rasa pedas memang meningkatkan taste makanan, tetapi ini juga memicu reaksi buruk pada lambung.

sumber : Tips kesehatan oleh Prof Dr apt Zilhadia, M.Si.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|