Jakarta, CNBC Indonesia - Suasana Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjelang Lebaran mulai ramai didatangi pengunjung. Sejumlah pengunjung terlihat lalu lalang di lorong-lorong kios pakaian, sebagian berhenti melihat-lihat dagangan para pedagang.
Namun, keramaian itu disebut-sebut belum kembali seperti masa sebelum pandemi Covid-19. Pengunjung nampak masih bisa berjalan cukup leluasa tanpa harus berdesakan seperti tahun-tahun yang lalu.
Sejumlah pedagang menilai perubahan perilaku belanja masyarakat setelah pandemi menjadi salah satu penyebabnya. Kini, banyak pembeli beralih ke belanja online, termasuk melalui fitur live shopping di media sosial seperti TikTok.
Verni, pedagang pakaian di Tanah Abang, mengaku kondisi tersebut membuat pedagang harus ikut beradaptasi dengan berjualan secara online.
"(Saya juga) jualan (secara online), tapi di Shopee. Kalau nggak, duh nggak bakal untung ngandelin yang di sini. Tapi tetap Alhamdulillah ya mau Lebaran ramai, tapi ramainya beda jauh kayak yang dulu-dulu," ujar Verni kepada CNBC Indonesia, saat ditemui di lokasi, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, dulu Tanah Abang menjadi tujuan utama masyarakat mencari pakaian karena pilihan yang sangat lengkap.
"Mungkin kalau dulu orang nyari baju benar-benar harus ke Tanah Abang gitu ya yang banyak pilihan. Tapi sekarang sudah semakin modern, semua ada di gadget, jadi orang-orang bisa belanja lewat handphone," katanya.
Pedagang lain, Oong, juga melihat perubahan yang sama. Menurutnya, semakin banyak konsumen yang memilih berbelanja lewat platform digital karena lebih praktis.
"Ya kita di sini kalah sama yang online-online. Tanah Abang keliatan sepi, nggak seramai dulu, karena ya orang sudah pindah ke online," ucap Oong.
Menurut Oong, fitur live shopping di TikTok membuat pengalaman belanja online semakin menarik bagi konsumen. Bahkan menurutnya, kini berbelanja secara online hampir sama dengan berbelanja secara langsung.
"Nah itu dia, lumayan berdampak ya karena itu. Orang sekarang sambil rebahan sudah bisa beli baju. Mereka jualannya bagus, ngejelasin detail bahan, model sampai ukuran," kata dia.
Fenomena tersebut juga diakui pengunjung. Ledis, pembeli asal Bandung, mengaku beberapa tahun terakhir lebih sering membeli pakaian secara online.
"Sebenarnya saya sudah berapa tahun (ke belakang) belinya online terus, karena capek puasa-puasa harus belanja ke sini. Cuma ini saya lagi nyari buat banyak, jadi mau nggak mau," ujar Ledis.
Menurutnya, fitur live shopping membuat pembeli bisa melihat produk dengan lebih jelas sebelum membeli.
"Ya sudah pasti (lebih pilih beli online). Harganya nggak jauh beda. Terus sekarang juga ada live-nya, jadi kita bisa tanya dulu modelnya, bisa dilihatin juga bahannya apa, ukurannya gimana," kata Ledis.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di media sosial TikTok, dalam beberapa siaran langsung yang menawarkan produk seperti pakaian atau baju Lebaran, nampak memiliki jumlah penonton yang cukup fantastis, tembus hingga 800-an penonton.
Adapun proses belanja melalui fitur live shopping memang menawarkan kemudahan bagi pengguna. Saat sedang menggulir atau scroll TikTok, pengguna bisa langsung menemukan siaran langsung yang menampilkan produk yang sedang dijual.
Pengguna cukup menonton siaran tersebut, lalu bisa bertanya dan berinteraksi langsung dengan penjual mengenai detail produk, mulai dari bahan, model, hingga ukuran. Jika sudah merasa cocok, pembeli dapat langsung melanjutkan ke proses pembayaran tanpa harus keluar dari aplikasi.
Namun jika produk atau harga yang ditawarkan belum sesuai, pengguna hanya perlu kembali menggulir layar untuk menemukan siaran live shopping lainnya. Dengan cara ini, pembeli tidak perlu lagi berjalan jauh berkeliling pusat perbelanjaan untuk mencari barang yang diinginkan.
Foto: Pantauan kondisi Pasar Tanah Abang H-10 Lebaran, Selasa (10/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Pantauan kondisi Pasar Tanah Abang H-10 Lebaran, Selasa (10/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
(dce)
Addsource on Google
















































