Jakarta, CNBC Indonesia - Pengadilan Amerika Serikat (AS) merilis surat bunuh diri yang diduga ditulis oleh Jeffrey Epstein beberapa pekan sebelum kematiannya di penjara New York pada Agustus 2019. Dokumen tersebut dibuka ke publik oleh Hakim Kenneth Karas pada Rabu, setelah adanya permintaan dari The New York Times.
Surat itu sebelumnya disegel selama bertahun-tahun sebagai bagian dari proses hukum yang melibatkan teman satu sel Epstein. Menurut kesaksian teman satu selnya, surat tersebut ditemukan tersembunyi di dalam sebuah buku setelah Epstein melakukan percobaan bunuh diri yang gagal pada akhir Juli 2019.
Dalam surat yang ditulis di atas kertas bergaris itu, Epstein terdengar frustrasi terhadap investigasi yang menjerat dirinya. "Mereka menyelidiki saya selama berbulan-bulan... tidak menemukan apa pun!!!" tulis surat tersebut, dikutip dari AFP, Jumat (8/5/2026).
Ia juga menulis kalimat bernada emosional berbunyi "Sungguh menyenangkan bisa memilih waktu untuk mengucapkan selamat tinggal". Pada bagian akhir surat, terdapat tulisan lain yang semakin memicu perhatian publik berisi "Apa yang kau ingin aku lakukan... menangis tersedu-sedu!! Tidak menyenangkan... tidak berharga!!".
Meski telah dirilis pengadilan, keaslian surat itu hingga kini belum diverifikasi secara resmi. Publik AS sendiri masih mempertanyakan kematian Epstein yang dinyatakan sebagai bunuh diri saat dirinya menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks.
Kasus ini sejak lama memunculkan berbagai teori dan spekulasi karena adanya sejumlah kejanggalan di penjara. Termasuk dugaan kelalaian keamanan dan hilangnya rekaman CCTV pada malam kematian Epstein. Kasus Epstein terus mengguncang dunia politik dan elite bisnis di AS maupun Inggris.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah dokumen terkait jaringan dan aktivitas pengusaha kaya raya itu kembali dibuka ke publik, memunculkan perhatian baru terhadap skandal seks yang menyeret banyak nama besar. Nama-nama yang masuk antara lain Presiden AS Donald Trump, mantan Presiden AS Bill Clinton, Pangeran Andrew dari Inggris, sampai miliuner Bill Gates dan pengusaha Arab.
Foto: Bukti foto yang dirilis Departemen Kehakiman AS menunjukkan mantan presiden Bill Clinton hingga Michael Jackson bagian dari social circle penjahat seks Jeffrey Epstein. (via REUTERS/U.S. Justice Department)
(tfa/sef)
Addsource on Google
















































