Sumsel Gencar Jaga Ketersediaan Pangan, Begini Curhat Petani

4 hours ago 3

Palembang, CNBC Indonesia - Salah satu petani di Kabupaten Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan, mendapatkan kesempatan menyampaikan aspirasinya tentang upaya untuk menjaga ketersediaan pangan. Aspirasi ini disampaikan pada kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sumatera 2026.

Sujiman selaku perwakilan dari Korporasi Petani Telang Agro Mandiri di Kabupaten Banyuasin memastikan strategi pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan juga memperhitungkan kesejahteraan petani.

Menanggapi hal ini, Bupati Banyuasin Askolani menegaskan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan akan terus dilakukan di Kabupaten Banyuasin melalui Gertas (gerakan tanam sayur-mayur). Dia juga memaparkan program lainnya, seperti gerakan memelihara ayam dan unggas hingga pengembangan ikan rakyat, sehingga masyarakat tidak perlu membeli telur, daging ayam, dan ikan ke pasar.

"Jadi dalam kondisi bagaimana pun negara dan dunia ini, yang terpenting masyarakat kita masih tetap makan" jelas Askolani dalam kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), Rabu (11/2/2026).

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menyebut pemerintah menganggarkan sebesar Rp 164,4 triliun untuk program swasembada pangan. Selain itu, pemerintah menyediakan pembiayaan sekitar Rp 280 triliun untuk kebutuhan pertanian.

"Kita support pembiayaannya tahun ini, ada sekitar Rp 280 triliun KUR bunga 6%. Ini bisa kita dorong untuk membiayai program ketahanan pangan di Banyuasin," ujar dia.

Diketahui Kabupaten Banyuasin ditunjuk sebagai tuan rumah GPIPS 2026 yang bertujuan untuk memperkuat upaya pengendalian inflasi di daerah. GPIPS Sumatera 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia mengangkat tema "Menjaga Ketersediaan Pasokan Pangan Periode HBKN dan Antisipasi Risiko Curah Hujan Tinggi."

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P Gozali mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, seperti inovasi digital SiBenih dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Inovasi tersebut mampu membangun ekosistem pangan dan menahan tekanan inflasi dari sisi pasokan.

Dia juga memaparkan beberapa strategi yang dilakukan BI untuk menjaga ketahanan dan stabilitas harga pangan. Pertama, meningkatkan produksi pangan, khususnya hortikultura, melalui antisipasi risiko cuaca dan iklim antara lain dengan pemanfaatan bibit unggul, teknologi adaptif, serta pengaturan pola tanam antar-komoditas yang lebih terkoordinasi antar-waktu dan antar-wilayah.

Ricky pun mengharapkan dukungan kementerian terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Pertanian untuk mendukung program ini.

"Upaya kedua adalah melancarkan distribusi dan konektivitas antarwilayah untuk memperkuat stabilitas harga, melalui peningkatan efisiensi logistik dan optimalisasi kerja sama antar daerah (KAD) sebagai instrumen penguatan rantai pasok bersinergi dengan BUMN logistik," ujarnya.

Ketiga, perlunya memperkuat sinergi antar Pemerintah Pusat-Daerah untuk efektivitas kebijakan antara lain melalui pemanfaatan data neraca pangan untuk KAD dan penguatan peran BUMD/Perusahaan Pangan Daerah sebagai off-taker.

(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|