Drone iran (Ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Juru bicara Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat Tim Hawkins mengatakan sebuah jet tempur AS dari Kapal Induk USS Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran. Upaya tersebut diklaim untuk membela diri dan melindungi kapal induk serta personel di dalamnya, dikutip Republika dari Al Jazeera, Rabu (4/2/2026).
Hawkins menyebut drone jenis Shahed-139 ditembak jatuh oleh pesawat F-35C saat kapal induk tersebut berlayar sekitar 800 kilometer dari pesisir selatan Iran. CENTCOM menyatakan drone tersebut “mendekat secara agresif” dengan “niat yang tidak jelas” dan tetap menuju kapal meski pasukan AS telah melakukan langkah-langkah deeskalasi di perairan internasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Iran. Kantor berita Tasnim, mengutip sumber yang mengetahui insiden tersebut, melaporkan bahwa komunikasi dengan sebuah drone terputus di perairan internasional. Drone tersebut sebelumnya telah “berhasil” mengirimkan data ke Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Tasnim melaporkan, penyelidikan tengah dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.
Pasca insiden itu, CENTCOM juga menyatakan bahwa pasukan IRGC mengganggu sebuah kapal niaga berbendera dan diawaki AS di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan global. Hawkins mengatakan dua kapal IRGC dan sebuah drone Mohajer Iran mendekati kapal tanker M/V Stena Imperative dengan kecepatan tinggi dan mengancam akan menaiki serta menyitanya.
Sebaliknya, kantor berita Fars mengutip pejabat Iran yang menyatakan kapal tersebut memasuki perairan teritorial Iran secara ilegal tanpa izin hukum yang diperlukan. Para pejabat menyebut kapal itu telah diperingatkan dan kemudian meninggalkan area tersebut “tanpa terjadi insiden keamanan khusus”.

4 hours ago
4
















































