Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Wilayah tengah Israel tampaknya paling rentan terhadap serangan rudal Iran karena sistem pertahanan Israel tidak beroperasi secara terintegrasi.
Pada Kamis (26/3/2026), Israel menghadapi serangkaian serangan yang dilancarkan oleh Iran, Hizbullah Lebanon, dan beberapa faksi Irak, yang mengakibatkan kerusakan di berbagai wilayah di seluruh Israel.
Surat kabar Israel Hayom melaporkan kerusakan di Hasharon dan Gush Dan akibat apa yang diduga sebagai rudal klaster Iran, sementara media Israel melaporkan jatuhnya pecahan peluru di enam wilayah di kawasan Tel Aviv Raya.
Media juga melaporkan 13 warga Israel terluka akibat serangan Iran di wilayah utara dan tengah, yang menurut pakar militer Brigadir Jenderal purnawirawan Nidal Abu Zeid, tampaknya paling rentan dalam hal kemampuan menangkis serangan.
Titik lemah Israel
Dalam analisis Aljazeera, Abu Zeid mengatakan bahwa Iran sedang mengamati kemampuan pertahanan Israel di wilayah tengah, utara, dan selatan, dan tampaknya telah mendeteksi bahwa sistem pertahanan Israel tidak beroperasi secara terintegrasi di wilayah tengah.
Pertahanan di wilayah ini bergantung pada Iron Dome dan David's Sling, sistem yang menangani wilayah ancaman dan jenisnya, sehingga kemampuannya dapat dilumpuhkan melalui serangan berlebihan, yang dilakukan Iran dan Hizbullah, demikian kata Abu Zeid.
Wilayah ini mengalami tujuh serangan rudal selama periode tersebut, dan serangan-serangan ini berhasil mencapai banyak wilayah di kawasan Tel Aviv Raya serta menimbulkan kerusakan signifikan.

1 week ago
11













































