Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sempat ditekan investor global beberapa waktu lalu, karena dianggap tak mampu dengan baik menjaga pengelolaan fiskal.
Mendapat tekanan itu, ia membantah bahwa pemerintah saat ini ugal-ugalan dalam mengelola APBN. Justru sebaliknya, makin berdaya tahan menghadapi potensi krisis sambil terus konsisten menjaga pertumbuhan ekonomi.
"Salah satu yang ditanyakan investor di sana adalah ini kan dia nekan kita kan, kalau anda enggak bagus saya invest nya sedikit, tapi ngomongnya halus. Tapi saya bilang gini kondisi ekonomi kita bagus anda enggak usah takut anda invest," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, Purbaya menekankan, saat ditekan oleh investor barat itu, pemerintah sebetulnya memiliki banyak opsi untuk memperoleh pembiayaan dari investor lain, salah satunya seperti yang berasal dari China.
"Saya sudah ke China juga, China amat berminat investasi di kita, timbal balik kita juga di sana dan bunganya lebih rendah hanya 2,3%. Jadi saya kasih sinyal ke mereka kalau lu enggak mau yang lain ada yang mau dan lebih murah," paparnya.
Mendapat pernyataan balik ini, Purbaya mengatakan, investor global itu terbukti memberikan respons baik, terlihat dari kemampuan pemerintah dalam merealisasikan pembiayaan anggaran sesuai target.
Hingga akhir Maret 2026, Kementerian Keuangan kata dia telah mampu merealisasikan pembiayaan APBN senilai Rp 257,4 triliun untuk menutup kebutuhan belanja negara karena APBN defisit 0,93% dari PDB selama tiga bulan pertama tahun ini.
"Jadi dari segi pembiayaan enggak ada masalah investor masih berminat ke kita dan kepercayaan mereka ke kita masih tinggi," tuturnya.
"Yang jelas kita tidak kesulitan untuk mengeluarkan surat utang atau mencari dana untuk melakukan pembiayaan pembangunan kita," tegas Purbaya.
(arj/haa)
Addsource on Google

















































