Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah agresif masuk bisnis properti dengan membangun sejumlah tower rumah susun alias hunian vertikal. Tak hanya di dekat Stasiun Manggarai, KAI akan membangun hunian vertikal atau rumah susun (rusun) di tiga lokasi lainnya, di mana pembangunan rusun ini juga akan memanfaatkan lahan milik KAI.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan KAI melalui KAI Properti akan membangun rusun serupa di tiga lokasi lain yakni Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Rinciannya yakni di Bandung akan dibangun di lahan KAI dekat Stasiun Kiaracondong. Kemudian di Semarang tepatnya di kawasan Dr. Kariadi, dan di Surabaya dekat Stasiun Surabaya Gubeng.
"Selain di Stasiun Manggarai, kami juga akan membangun hunian vertikal di daerah lainnya yakni di Bandung, tepatnya di dekat Stasiun Kiaracondong, Semarang di Dr. Kariadi, dan di Surabaya dekat Stasiun Surabaya Gubeng," kata Bobby dalam paparannya di acara Peluncuran Pembangunan Hunian Vertikal Manggarai, Senin (16/3/2026).
Bobby merinci, untuk rusun Kiaracondong nantinya akan dibangun sebanyak 2 tower di lahan seluas 7.600 meter persegi dan total hunian yang akan dibangun sebanyak 753 unit.
"Untuk yang di Kiaracondong, itu nanti akan menempati lahan sebesar 7.600 meter persegi, dengan total hunian 753 unit, terdiri dari 2 tower," lanjut Bobby.
Sedangkan untuk rusun di Dr. Kariadi Semarang, rusun akan dibangun di lahan 1,2 hektare, dengan hunian mencapai 1.042 unit yang terdiri atas 2 tower berlantai 42.
"Kemudian di Jalan Dr. Kariadi Semarang, nanti dibangun di lahan 1,2 hektare sebanyak 1.042 unit dan terdiri dari 2 tower berlantai 42," ujarnya.
Terakhir di Surabaya, di mana lokasinya dekat dengan Stasiun Surabaya Gubeng, dibangun di lahan 1,2 hektare yang terdiri atas 1.489 unit hunian dan memiliki 2 tower berlantai 52.
"Selanjutnya di dekat Stasiun Surabaya Gubeng, terdiri dari 1.489 unit hunian, 2 tower, menempati 1,2 hektare lahan dan 52 lantai," jelas Bobby.
Baik di Manggarai, maupun di Bandung, Semarang, dan Surabaya, lahan yang akan dibangun rusun menggunakan lahan milik KAI.
"Pembangunan hunian di 4 wilayah kita pakai lahan milik KAI, jadi pemanfaatnnya lebih efisien," terangnya.
(dce)
Addsource on Google

















































