Presiden Prabowo Kokoh dalam Program Pembangunan 3 Juta Rumah

3 hours ago 8

Menko AHY: Presiden kokoh dan komitmen hadirkan rumah layak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat dalam menghadirkan rumah layak bagi masyarakat melalui program pembangunan tiga juta rumah. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin.

AHY menekankan bahwa pencanangan program pembangunan perumahan nasional adalah langkah penting untuk mewujudkan visi pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi semua masyarakat Indonesia. Program ini juga bertujuan menjawab persoalan backlog perumahan dan meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat.

Komitmen Pemerintah dan Potensi Ekonomi

Menurut AHY, program ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat prasejahtera dan berpenghasilan rendah terhadap perumahan yang layak dan terjangkau. Selain itu, pembangunan perumahan rakyat tidak hanya mengatasi persoalan backlog, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan menciptakan peluang kerja baru di berbagai sektor.

AHY juga menyatakan bahwa pengembangan sektor perumahan dapat mendorong pertumbuhan sedikitnya 180 jenis industri terkait konstruksi dan bahan bangunan. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah ketersediaan lahan yang siap digunakan dan memiliki status hukum yang jelas.

Koordinasi Lintas Kementerian

Untuk mengatasi tantangan ini, AHY menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian ATR/BPN, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Perhubungan. Upaya ini dilakukan untuk menghadirkan ekosistem pembangunan perumahan yang lebih terpadu dan mendukung pengembangan wilayah perkotaan secara berkelanjutan.

Pemerintah juga mengembangkan konsep hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) agar pembangunan lebih efisien dan terintegrasi dengan sistem transportasi publik.

Sementara itu, Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa program pembangunan tiga juta rumah ini bertujuan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana tercantum dalam sila kelima Pancasila. Program ini diharapkan dapat mengatasi ketimpangan sosial yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|