Hizbullah, sayap militer yang berhasil mengusir Israel dari Lebanon pada 2006 silam.
REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT— Presiden Lebanon Joseph Aoun menyerukan kepada Hizbullah untuk bertindak bijaksana dengan menyatakan bahwa senjata Hizbullah telah menjadi beban bagi dirinya dan negara.
Dalam wawancara dengan televisi Lebanon, dikutip Aljazeera, Senin (12/1/2026), Aoun mengatakan sudah saatnya pihak lain bertindak bijaksana dan bekerja sama dengan negara, merujuk pada Hizbullah.
Dia menyatakan melindungi rakyat dan tanah air adalah tanggung jawab negara dan tidak ada lagi kelompok rakyat yang harus menanggung beban ini.
Aoun mengatakan serangan Israel terus berlanjut, tetapi bayangan perang besar dan invasi darat sudah jauh.
Mengenai masalah monopoli senjata oleh negara Lebanon, Presiden Aoun menegaskan bahwa senjata itu ada pada masa ketika tentara belum ada, tetapi keadaan yang memaksakan keberadaannya sekarang sudah tidak ada lagi, dan tentara serta negara Lebanon bertanggung jawab untuk melindungi warga di seluruh wilayah Lebanon.
Dia menambahkan, menurut sebagian orang, senjata ini mampu menghalangi Israel dan mewujudkan penarikan pasukan.
"Tetapi sekarang senjata ini menjadi beban bagi lingkungannya dan Lebanon secara keseluruhan," kata dia seraya menyerukan untuk membaca kondisi regional dan internasional secara realistis.
Aoun mengatakan, penghentian serangan dan penarikan Israel dari Lebanon akan membantu mempercepat proses penyitaan senjata oleh negara. Dia mencatat bahwa tentara menguasai wilayah selatan Litani, dan menegaskan bahwa yang terpenting adalah mencegah wilayah tersebut berubah menjadi "landasan untuk operasi militer".

1 month ago
19















































