Prabowo Tiba di DPR Umumkan Embrio APBN 2027, Ini Agenda Lengkapnya

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Gedung DPR, Jakarta, untuk mengumumkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) Tahun Anggaran 2027.

Purbaya mengenakan setelah jas hitam dipadu dengan dasi warna biru muda. Ia hadir didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mengenakan setelah serupa meski dasi abu-abu. Prabowo telah tiba sekitar pukul 9.32 WIB.

Prabowo akan berbicara dalam sidang paripurna ke 19 masa sidang V tahun 2025 - 2026 DPR. Dalam agenda paripurna lainnya, juga akan dilakukan Laporan Badan Legislasi DPR RI atas Evaluasi Perubahan Kedua Prolegnas RUU Prioritas tahun 2026 dilanjut pengambilan keputusan.

Selain itu juga mendengarkan pendapat fraksi atas RUU Usul Inisiatid Komisi III tentang perubahan atas UU No 2/2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dilanjutkan pengambilan keputusan menjadi RUU Usul DPR RI.

Ketua Komisi XI DPR M. Misbakhun sebelumnya buka suara mengenai kehadiran Presiden Prabowo tersebut. Dia menuturkan hal ini menjadi tradisi baru.

"Pembacaan kerangka ekonomi makro, pokok-pokok kebijakan fiskal biasanya selama ini dibacakan oleh Menteri Keuangan atas nama Bapak Presiden Jadi kalau hari ini dibacakan langsung oleh Bapak Presiden, itu menjadi sebuah tradisi baru memang," kata Misbakhun, ditemui di Gedung DPR RI, Rabu (20/5/2026).

"Bagaimanapun juga, KEMPPKF, kerangka ekonomi makro, pokok-pokok kebijakan fiskal yang memang secara reguler dilakukan setiap tanggal 20 Mei sebagai putaran awal, kick off putaran awal pembahasan APBN," ujar Misbakhun.

Misbakhun menilai ada keinginan Presiden untuk membacakan langsung KEMPPKF karena dia memandang APBN sejak dari awal merupakan kebijakan serius yang harus disampaikan ke masyarakat luas.

Dia pun menuturkan masyarakat akan menunggu hal ini, karena ingin memperhatikan dengan serius apa yang menjadi fokus Presiden di dalam KEMPPKF ini. Misbakhun meminta agar kehadiran presiden di DPR jangan ditarik ke dalam isu mengenai kondisi IHSG dan pelemahan rupiah.

"Dalam urusan ke KEMPPKF nilai tukar itu hanya salah satu aspek di dalam kerangka ekonomi makro kita. Di dalam asumsi makro ekonomi kita itu ada banyak parameter," ujarnya.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|