PPGL Jual Seluruh Sahamnya di JAYA, Suami-Istri Ini Jadi Pembelinya

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) berencana melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Armada Berjaya Trans Tbk. (JAYA) senilai Rp44,60 miliar. Transaksi penjualan tersebut dilakukan melalui pihak terafiliasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), PPGL akan menjual sebanyak 365.597.400 saham JAYA atau setara 45,79% dari modal ditempatkan dan disetor. Adapun harga transaksi setara dengan Rp122 per saham.

Pembelian saham tersebut akan dilakukan oleh Darmawan Suryadi SM dan JAP Astrid Patricia. Darmawan akan membeli 256.220.600 saham, sementara Astrid akan membeli 109.376.800 saham.

Transaksi tersebut diklasifikasikan sebagai transaksi afiliasi karena pembeli memiliki hubungan dengan Perseroan. Darmawan Suryadi SM merupakan Direktur Utama sekaligus pemegang saham pengendali Perseroan, sedangkan JAP Astrid Patricia menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan. Keduanya juga memiliki hubungan afiliasi sebagai suami istri.

Manajemen menyebut, adapun pertimbangan dari penjualan saham tersebut karena kondisi usaha dan bisnis jasa Perseroan saat ini mengalami penurunan, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh menurunnya harga jasa freight forwarding dan jasa pengiriman logistik dan di sisi lainnya biaya operasional Perseroan mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut menyebabkan penurunan kinerja keuangan konsolidasian yang dibuktikan dengan menurunnya pendapatan jasa dan laba bersih konsolidasian.

"Dengan dilakukannya transaksi, Perseroan mengharapkan adanya efisiensi dalam operasional Perseroan sehingga hal tersebut dapat memberikan kontribusi positif atas kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang, sehingga Perseroan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan," tulis manajemen, dikutip Selasa (11/3/2026).

Manajemen menjelaskan bahwa total nilai transaksi penjualan setara dengan sekitar 90,09% dari total aset konsolidasian Perseroan per 30 September 2025 yang tercatat sebesar Rp303,9 miliar.

Nantinya, dana hasil penjualan saham tersebut untuk menambah modal kerja. Sekitar Rp22 miliar akan digunakan untuk mendukung operasional bisnis jasa pengurusan transportasi, termasuk kebutuhan biaya operasional seperti pelayaran dan trucking yang harus dibayarkan di awal.

Sementara itu, sekitar Rp22 miliar lainnya akan ditempatkan sebagai dana cadangan dalam deposito bank yang diharapkan dapat menghasilkan pendapatan bunga bagi Perseroan.

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret 2026 di Jakarta.

(ayh/ayh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|