REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di tengah gelapnya gambaran Hari Kiamat, Surah Ad-Dukhan menghadirkan salah satu lukisan paling mengguncang dalam Alquran: tentang pohon zaqqum, santapan penghuni neraka yang tumbuh dari inti api Jahannam.
Ayat-ayat ini tidak hanya berbicara tentang siksa fisik, tetapi juga kehancuran kesombongan manusia di hadapan keadilan Allah. Allah berfirman:
إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ
inna syajarataz-zaqqūm
“Sesungguhnya pohon zaqqum itu,”
طَعَامُ ٱلْأَثِيمِ
ṭa‘āmul-aṡīm
“makanan orang yang banyak berdosa.” (QS. Ad-Dukhan: 43–44)
Dalam Tafsir karya Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa zaqqum adalah pohon nyata yang Allah tumbuhkan di dasar neraka Jahannam. Ia bukan simbol semata, melainkan bagian dari azab akhirat yang hakikatnya melampaui kemampuan manusia untuk membayangkannya. Yang membuatnya semakin mengerikan ialah: pohon itu tumbuh dari api itu sendiri.
Di dunia, api membakar pohon hingga menjadi abu. Tetapi di neraka, api justru menjadi tanah tempat pohon itu hidup.
Buahnya menyerupai kepala setan-setan, gambaran yang oleh para ulama dipahami sebagai puncak keburukan dan kengerian rupa.
Kemudian Allah melanjutkan:
كَٱلْمُهْلِ يَغْلِى فِى ٱلْبُطُونِ
kal-muhli yaglī fil-buṭūn
“(Ia) seperti cairan logam yang mendidih di dalam perut,”
كَغَلْىِ ٱلْحَمِيمِ
kaghalyil-ḥamīm
“seperti mendidihnya air yang amat panas.”
(QS. Ad-Dukhan: 45–46)
Kata al-muhl dalam tafsir Al-Qurthubi dijelaskan sebagai logam cair, minyak hitam mendidih, atau cairan panas yang sangat pekat. Bayangkan sesuatu yang ketika disentuh saja menghancurkan kulit, namun di neraka ia dipaksa masuk ke dalam tubuh manusia.

2 hours ago
2










































