Warga berjalan dengan latar depan poster informasi kawasan bebas asap rokok di permukiman padat penduduk di Kayu Manis, Matraman, Jakarta, Rabu (22/11/2023). Merokok bahkan sesekali atau dalam jumlah sedikit tetap memberikan kerusakan berulang pada sel-sel paru-paru.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak dari kita yang menjalani rutinitas harian tanpa benar-benar menyadari bahwa pilihan-pilihan kecil yang kita buat hari ini bisa menjadi bom waktu bagi kesehatan pada masa depan. Kanker paru-paru, yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebut sebagai penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia, sering kali datang mengintai tanpa suara.
Penyakit ini sangat mematikan karena sering kali baru terdeteksi saat sudah berada di stadium lanjut, di mana pilihan pengobatan menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, deteksi dini dan perubahan gaya hidup bukan lagi sekadar saran, melainkan sebuah kebutuhan mendesak.
Ahli onkologi medis dari Rumah Sakit Apollo, Bengaluru, India, drVijay Agarwal, menjelaskan bagaimana kebiasaan kita sehari-hari berkontribusi pada risiko ini. Menurutnya, banyak faktor risiko kanker paru yang sebenarnya bisa dihindari jika kita lebih peka terhadap lingkungan dan aktivitas kita.
"Beberapa kebiasaan sehari-hari, yang sering kali tidak disadari, dapat secara perlahan meningkatkan risiko kanker paru-paru seiring berjalannya waktu," ujarnya dikutip dari laman Hindustan Times pada Rabu (25/3/2026).

1 week ago
13













































