Zambia menjadi negara keenam di Afrika yang meluncurkan layanan internet satelit Starlink dari SpaceX.
REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON – Pemerintahan Donald Trump dilaporkan telah mengirimkan ribuan terminal Starlink ke Iran secara rahasia di tengah gelombang aksi massa pada Januari lalu. Langkah tersebut, menurut pengakuan sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS), menjadi bentuk intervensi teknologi langsung di tengah apa yang disebut otoritas Teheran sebagai kampanye destabilisasi yang didalangi kekuatan asing.
Operasi ini menandai kali pertama Washington terkonfirmasi memfasilitasi transfer perangkat internet satelit Starlink secara langsung ke wilayah Iran. Langkah tersebut memicu pertanyaan serius mengenai sejauh mana keterlibatan AS dalam krisis keamanan nasional yang sensitif di negara tersebut, lapor Wall Street Journal yang dikutip Al Mayadeen.
Jaga konektivitas
Saat otoritas Iran berupaya meredam eskalasi kekerasan pada Januari—termasuk serangan bersenjata dan operasi sabotase yang terorganisir—AS dilaporkan telah menyelundupkan sekitar 6.000 perangkat internet satelit Starlink.
Departemen Luar Negeri AS dikabarkan membeli hampir 7.000 terminal, yang sebagian besar diperoleh pada Januari. Pejabat senior di era pemerintahan Trump disebut mengalihkan dana dari inisiatif internet lainnya demi pengadaan perangkat ini. Donald Trump sendiri dilaporkan mengetahui pengiriman tersebut, meski belum dipastikan apakah ia memberikan otorisasi secara pribadi.

2 hours ago
3
















































