Kredit Industri Pengolahan Tumbuh 16,85 Persen, Jadi Penopang Perbankan

2 hours ago 4

Warga menjemur ikan-ikan untuk diolah menjadi ikan asin di Muara Angke, Jakarta, Jumat (25/8/2023). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya meningkatkan kualitas mutu, produk dan nilai tambah hasil perikanan melalui strategi hilirisasi industri pengolahan perikanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kredit perbankan ke sektor industri pengolahan tumbuh 16,85 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Juli 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor industri pengolahan masih menjadi sektor ekonomi yang paling dominan dalam penyaluran kredit perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan industri perbankan masih optimistis terhadap prospek kinerja dan memiliki keyakinan dalam mengelola risiko.

“Hasil SBPO menunjukkan industri perbankan masih optimis terhadap prospek kinerja dan memiliki keyakinan untuk mengelola risiko,” kata Dian dalam keterangan resmi OJK, Kamis (10/9/2026).

Optimisme tersebut tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) OJK triwulan III 2026. Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) tercatat 56, berada di zona optimistis.

Survei tersebut melibatkan 99 bank responden pada Juli 2026. Jumlah tersebut mewakili 97,91 persen dari total aset bank umum berdasarkan data Juni 2026.

Dari sisi kinerja, Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) tercatat 83 atau berada di zona optimistis. Responden memperkirakan kredit tetap tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan kredit serta ekspansi kredit melalui pipeline yang tersedia.

Pertumbuhan kredit industri pengolahan menjadi salah satu indikator yang mendukung prospek tersebut. OJK mencatat kredit ke sektor industri pengolahan tumbuh 16,85 persen secara tahunan pada Juli 2026. Responden survei juga memproyeksikan sektor tersebut tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan kredit ke depan.

Sementara itu, dari sisi risiko, Indeks Persepsi Risiko (IPR) berada pada level 57 atau masih dalam zona optimistis. Mayoritas responden meyakini kualitas kredit tetap terjaga. Posisi Devisa Netto (PDN) juga berada pada level rendah, sementara risiko likuiditas dinilai tetap terjaga.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|