Kemdiktisaintek Setujui Pembukaan 160 Prodi Dokter Spesialis Baru

2 hours ago 4

Kemdiktisaintek Setujui Pembukaan 160 Prodi Dokter Spesialis Baru Dokter dan pasien. - Ilustrasi - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyetujui pembukaan 160 program pendidikan dokter spesialis dan subspesialis di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kebijakan ini diambil untuk menjawab kebutuhan mendesak dokter spesialis di Indonesia yang masih jauh dari angka ideal.

Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek RI, Mukhamad Najib, menyampaikan bahwa jumlah tersebut bahkan melampaui target awal yang dicanangkan pemerintah. Dari target 148 program pendidikan dokter spesialis baru, realisasinya telah mencapai 160 program studi.

“Dari target 148 program pendidikan dokter spesialis baru, kami telah menyetujui sebanyak 160 program studi baru,” kata Mukhamad Najib di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan amanat agar jumlah dokter spesialis di Indonesia ditingkatkan secara signifikan. Selama ini, ketersediaan dokter spesialis dinilai masih sangat terbatas dibandingkan kebutuhan pelayanan kesehatan nasional.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Presiden menargetkan pembukaan 148 program pendidikan dokter spesialis dan subspesialis guna mempercepat pencetakan tenaga medis ahli. Najib mengakui pada awalnya pihaknya meragukan target tersebut, mengingat tantangan yang tidak ringan dalam membuka program studi baru.

Namun, sebagai amanat Presiden, Kemdiktisaintek terus melakukan percepatan dengan menunjuk sejumlah universitas yang dinilai memiliki kapasitas memadai. Hasilnya, hingga kini telah disetujui 160 program pendidikan dokter spesialis yang terdiri atas 128 program spesialis dan sisanya subspesialis.

“Ini cukup berat, tapi setelah diupayakan dan menunjuk sejumlah universitas yang dianggap mampu, maka sampai saat ini sudah ada 160 program pendidikan dokter spesialis yang terdiri dari 128 spesialis dan sisanya sub-spesialis,” ujarnya.

Najib berharap bertambahnya perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, yang membuka program tersebut dapat melahirkan dokter spesialis yang kompeten dan berkualitas untuk memperkuat sistem layanan kesehatan nasional.

Selain mendorong percepatan pembukaan program studi, ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat bagi para peserta program pendidikan dokter spesialis.

“Jangan sampai ada perundungan, apalagi ada yang sampai bunuh diri, untuk itu, kami berpesan agar jangan sampai ada hal itu,” katanya saat meluncurkan program pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, Universitas Katolik Atma Jaya, dan Universitas Pelita Harapan (UPH).

Berdasarkan data penelusuran ANTARA, jumlah dokter spesialis di Indonesia saat ini tercatat sekitar 51.949 orang, angka yang masih jauh dari kebutuhan ideal nasional. Dengan rasio ideal 0,28 dokter spesialis per 1.000 penduduk, Indonesia diperkirakan masih kekurangan sekitar 30.000 dokter spesialis untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan.

Sementara itu, kapasitas produksi dokter spesialis melalui program pendidikan saat ini baru mencapai sekitar 2.700 lulusan per tahun. Angka tersebut masih jauh di bawah kebutuhan tahunan yang diperkirakan mencapai 32.000 dokter spesialis guna mengejar rasio ideal pelayanan kesehatan di Indonesia, seiring upaya pemerintah memperluas akses layanan medis berkualitas di berbagai daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|