Kasus Campak di Kulonprogo Masih Minim, Dinkes Tetap Siaga

3 hours ago 2

Kasus Campak di Kulonprogo Masih Minim, Dinkes Tetap Siaga Foto ilustrasi campak. / Antara

Harianjogja.com, KULONPROGO — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo mencatat kasus campak di wilayah Bumi Binangun hingga kini masih tergolong rendah dan belum menunjukkan lonjakan signifikan. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan menyusul adanya peningkatan kasus campak di sejumlah daerah di Indonesia.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga telah menerbitkan surat edaran (SE) kepada seluruh Dinas Kesehatan di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan kasus campak.

Kepala Dinkes Kulonprogo, Susilaningsih, mengatakan instansinya akan menindaklanjuti surat edaran tersebut dengan menerbitkan SE turunan di tingkat daerah. Menurutnya, meskipun kasus campak di Kulonprogo belum meluas, masyarakat tetap perlu mendapatkan edukasi agar tetap waspada terhadap penyakit tersebut.

"Campak bisa dicegah. Salah satu cara paling efektif adalah dengan imunisasi MR, yaitu imunisasi untuk melindungi dari campak dan rubella," katanya kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi secara lengkap sekaligus menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

"Lindungi anak-anak kita dari campak dengan imunisasi MR lengkap dan tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati," imbau Susilaningsih.

Campak Mudah Menular

Susilaningsih menjelaskan, gejala awal campak sering kali terlihat seperti ruam biasa. Namun penyakit ini dapat menyebar dengan sangat cepat apabila tidak dicegah.

Penularan campak dapat terjadi melalui percikan batuk atau bersin dari penderita. Virus juga dapat bertahan di udara dalam jangka waktu tertentu sehingga seseorang dapat tertular hanya dengan menghirup udara yang sama dengan orang yang terinfeksi.

"Karena itu, campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular. Satu orang yang sakit bisa menularkan campak ke banyak orang di sekitarnya, terutama jika mereka belum memiliki kekebalan," lanjutnya.

Secara umum, gejala campak diawali dengan demam tinggi, batuk, serta pilek. Setelah itu, ruam merah akan muncul di kulit yang biasanya dimulai dari wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh.

Satu Kasus Positif di 2026

Berdasarkan data Dinkes Kulonprogo, hingga saat ini baru terdapat satu kasus positif campak pada 2026.

Susilaningsih menjelaskan sepanjang tahun ini terdapat 36 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, dua kasus masuk kategori suspek klinis namun tidak dilakukan pengambilan sampel.

"Untuk tahun 2026 ada 36 suspek, dua suspek klinis tetapi tidak terambil sampel, dan satu positif campak tetapi tidak ada penularan setempat jadi tidak masuk kriteria kejadian luar biasa (KLB)," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|