Kapal Perang Iran Karam di Samudra Hindia, 101 Hilang

4 hours ago 2

Kapal Perang Iran Karam di Samudra Hindia, 101 Hilang Bendera Iran.

Harianjogja.com, JOGJA–Kapal perang Iran IRIS Dena dilaporkan tenggelam di lepas pantai selatan Sri Lanka, Rabu (4/3/2026), setelah dihantam serangan kapal selam. Pemerintah Amerika Serikat mengakui keterlibatan militernya dalam insiden tersebut. Sebanyak 101 pelaut dilaporkan hilang dan 78 lainnya mengalami luka-luka.

Insiden terjadi di perairan selatan Sri Lanka, wilayah yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Juru Bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Komandan Buddhika Sampath, mengatakan pihaknya segera mengerahkan operasi pencarian dan penyelamatan seusai menerima sinyal darurat dari kapal tersebut.

"Kami menemukan orang-orang mengambang di air dan menyelamatkan mereka. Kemudian, setelah kami menyelidiki, kami mengetahui mereka berasal dari kapal perang Iran. Kami segera memindahkan mereka ke Rumah Sakit Pendidikan Karapitiya, tempat mereka menjalani perawatan," ungkap Sampath, sebagaimana dikutip dari News Wire, Rabu (4/3/2026).

Ia menambahkan bahwa sejumlah jenazah telah ditemukan di titik koordinat kejadian.

"Kami menduga jenazah-jenazah tersebut juga milik kapal yang sama karena ditemukan di area yang telah ditandai," imbuhnya.

Washington Akui Operasi Militer

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth secara terbuka menyatakan bahwa kapal selam Amerika Serikat bertanggung jawab atas penenggelaman fregat tersebut. Pengakuan ini memperjelas eskalasi konflik terbuka antara Washington dan Teheran.

IRIS Dena merupakan fregat kelas Moudge yang menjadi bagian penting Armada Selatan Angkatan Laut Iran. Kapal ini dilengkapi sistem rudal permukaan-ke-udara, rudal anti-kapal, serta peluncur torpedo, menjadikannya salah satu kekuatan utama maritim Iran.

Operasi Penyelamatan di Perairan Galle

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, menyampaikan di parlemen bahwa terdapat 180 personel di atas kapal saat insiden terjadi. Operasi pencarian difokuskan di sekitar perairan Galle.

Saat tim penyelamat tiba, kapal sudah tenggelam sepenuhnya. Yang tersisa hanya tumpahan minyak luas dan beberapa rakit penyelamat terapung. Sekitar 32 hingga 35 korban selamat telah dievakuasi ke Rumah Sakit Karapitiya untuk mendapatkan perawatan medis.

Dr. Anil Jasinghe menyebut satu korban dalam kondisi kritis, sementara tujuh lainnya menjalani perawatan intensif.

Eskalasi Ketegangan Regional

Tenggelamnya IRIS Dena menjadi babak baru dalam konflik yang terus memanas di kawasan. Peristiwa ini terjadi setelah rangkaian serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat yang sebelumnya diklaim menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sejak konflik terbuka pecah pada Sabtu (28/2/2026), sedikitnya 786 orang dilaporkan gugur dalam berbagai rangkaian serangan.

Ironisnya, sebelum karam, IRIS Dena baru saja mengikuti latihan angkatan laut multinasional Milan 2026 serta tinjauan armada di Visakhapatnam, India. Kini, fregat tersebut berakhir di dasar laut Samudra Hindia.

Pemerintah Sri Lanka menegaskan insiden terjadi di luar wilayah teritorialnya. Namun, bantuan kemanusiaan dan operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|