Jualan HP Makin Susah di 2026, Dampaknya Merembet ke Mana-Mana

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri HP global sedang tertekan, imbas krisis kelangkaan chip memori yang membuat harga komponen melonjak tajam. Laporan firma riset IDC dan Counterpoint sama-sama menyebut pengapalan HP global di kuartal-I 2026 turun dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Penurunan pengapalan HP ini berimbas ke bisnis lain, salah satunya dialami perancang chip Arm. Sebagai informasi, chip berbasis Arm mendominasi pasar chip HP global. Hampir semua HP yang ada di pasaran menggunakan inti CPU yang dirancang Arm, baik itu melalui prosesor Snapdragon, MediaTek, Exynos, hinga Tensor.

Saham Arm dilaporkan anjlok pada Kamis (7/5) waktu setempat, setelah perusahaan memperingatkan tentang melemahnya pasar HP dan tantangan dalam mengamankan pasokan untuk chip kecerdasan buatan (AI) barunya untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Saham Arm turun 5% menjadi US$225,43, dengan penurunan tersebut diperkirakan akan menghapus lebih dari US$12 miliar dari valuasi pasar perusahaan sebesar US$252 miliar.

Jika dilihat sepanjang tahun ini, saham Arm sebenarnya sudah menanjak lebih dari dua kali lipat, melampaui beberapa pemain chip kawakan lainnya, dikutip dari Reuters, Jumat (8/5/2026).

Arm telah menggenjot upaya pengembangan AI-nya tahun ini dengan chip data center baru yang digadang-gadang akan menjadi amunisi untuk Agentic AI, yakni sistem yang mampu bekerja secara otonom. Ekspansi bisnis baru Arm ini disambut positif, setelah namanya lama dikenal sebagai penyedia desain chip untuk perusahaan kawakan seperti Qualcomm.

Meskipun Arm memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi permintaan pertama sebesar US$1 miliar, perusahaan tersebut belum mengamankan pasokan untuk memenuhi permintaan di luar itu, kata CEO Rene Haas dalam sebuah konferensi pers.

Arm membutuhkan akses ke kapasitas manufaktur, wafer, dan peralatan pengujian untuk pengembangan chip AI-nya. Perusahaan tersebut mengatakan produk baru ini diharapkan menghasilkan lebih dari US$2 miliar selama tahun fiskal 2027 dan 2028.

TSMC yang merupakan chip kontrak terkemuka di dunia, memproduksi chip AI Arm dengan teknologi 3 nanometer yang terbuat dari dua bagian silikon berbeda yang beroperasi sebagai satu chip.

Arm memprediksi angka "sedikit negatif" di sektor HP selama laporan kinerjanya. Desainnya mendukung sebagian besar HP di dunia, tetapi kekurangan chip memori telah membebani industri, mendorong kenaikan harga elektronik dan memperlambat penjualan.

Setidaknya 14 perusahaan pialang menaikkan target harga saham Arm setelah perusahaan tersebut melaporkan pendapatan kuartalan rekor sebesar US$1,49 miliar untuk kuartal-IV 2025 dan memperkirakan pendapatan kuartal-I 2026 sedikit di atas perkiraan Wall Street.

Sebagian besar pendapatan Arm berasal dari pemberian lisensi teknologinya kepada perusahaan seperti Nvidia dan Apple, serta pengumpulan pembayaran royalti atas penggunaan desain chip.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|