Istiqamah Adalah Karamah Terbesar

2 hours ago 1

Ilustrasi: Masjid tempat ibadah umat Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kitab Al Hikam, Syekh Ibnu Athaillah As Sakandari menyinggung soal karamah. Berikut pernyataannya:

"Mungkin engkau telah diberi karamah, tetapi engkau belum diberi istiqamah dalam beribadah."

Dalam penjelasan tulisan Syekh Ibnu Athaillah itu, Syekh Abdul Majid As Syarnubi Al Azhari mengatakan, sesungguhnya karamah (hal-hal luar biasa yang terjadi dalam diri hamba-hamba yang shaleh), sama sekali tidak bernilai bagi para arifin (ahli makrifat). Karena karamah yang hakiki menurut mereka adalah istiqamah (terus menerus dalam beribadah kepada Allah). Dan keistiqamahan orang yang arif harus bergantung pada dua hal, yaitu iman yang benar kepada Allah dan mengikuti apa-apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW secara zahir maupun batin.

Abu Yazib berkata, "Apabila engkau melihat seseorang yang bisa berjalan di atas air atau bisa terbang ke udara, janganlah engkau tertipu sampai engkau menyaksikan bagaimana ia menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya."

Syekh Abdul Majid As Syarnubi mengatakan, janganlah manusia merasa kagum dengan karamah seseorang hamba yang bisa pergi ke Makkah dalam waktu semalam. Karena, seungguhnya iblis dalam waktu sekejap dapat terbang dari barat ke ujung timur. Burung yang terbang dan hewan anggang-anggang yang berjalan di atas air seharusnya lebih membuat manusia takjub dari pada karamah-karamah itu.

Sementara dalam hadit disebutkan:

وَاعْلَمُوا أَنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

“Dan ketahuilah bahwasanya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Muslim)

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|