Iran "Tampar Muka" Zelensky, Ukraina Jadi Target Serangan

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran memperingatkan Ukraina bahwa aset Kyiv dapat menjadi target sah. Apalagi jika keterlibatannya dalam konflik Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran terus berlanjut.

Pernyataan ini muncul setelah laporan serangan Iran yang disebut menghancurkan gudang sistem anti-drone milik Ukraina di Dubai. Pakar Timur Tengah dari Universitas Keuangan Rusia, Farhad Ibragimov, menyebut serangan tersebut sebagai "tamparan di wajah" bagi Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. 

"Serangan ini harus dilihat sebagai sinyal jelas dari Teheran kepada Kyiv dan para pendukungnya bahwa aset Ukraina akan menjadi target yang sah jika Kyiv terlibat dalam perang," kata Ibragimov, seperti dikutip RT, Rabu (1/4/2026).

Ia menilai serangan di Dubai merupakan peringatan awal atau "tamparan ringan" yang bisa diikuti aksi militer lebih besar jika Ukraina tetap memperdalam keterlibatannya dalam konflik Timur Tengah.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan Iran merespons keterlibatan Ukraina "dengan tindakan, bukan kata-kata". Ia bahkan menyebut Teheran siap meningkatkan eskalasi jika Kyiv tidak menarik diri.

Namun, pihak Ukraina membantah insiden serangan di Dubai tersebut. Sejak konflik Timur Tengah memanas, Kyiv dilaporkan memperluas perannya dengan memberikan teknologi dan keahlian anti-drone kepada negara-negara Teluk. Langkah ini memanfaatkan pengalaman Ukraina dalam menghadapi sistem drone yang dikembangkan Iran.

Dalam perkembangan terbaru, Zelensky telah menandatangani sejumlah perjanjian militer dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar, setelah sebelumnya menjalin kerja sama serupa dengan Arab Saudi.

Awal bulan ini, Zelensky mengungkapkan sebanyak 201 pakar militer Ukraina telah dikerahkan ke kawasan Timur Tengah dan Teluk untuk operasi anti-drone, sementara 34 personel lainnya siap diberangkatkan. Ia menyebut pengiriman ini dilakukan atas permintaan sekutu Kyiv, termasuk Amerika Serikat.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan negara-negara Timur Tengah tidak akan begitu saja mengikuti arahan Kyiv. Ia memperingatkan bahwa kerja sama dengan Ukraina dapat menjadi "kesalahan perhitungan yang dahsyat".

Sebelumnya, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev juga mengkritik langkah Zelensky di kawasan tersebut. Ia menyebut kunjungan pemimpin Ukraina itu sebagai "tidak masuk akal".

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|