Iran Kritik AS Sebagai Pemimpin Perdamaian di Gaza

2 hours ago 1

Duta Besar Iran nilai AS tak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menilai bahwa Amerika Serikat tidak pantas memimpin inisiatif perdamaian di Gaza melalui Board of Peace karena dianggap berpihak kepada Israel. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Resepsi Hari Nasional Republik Islam Iran di Jakarta pada Selasa.

Menurut Boroujerdi, upaya perdamaian yang dipimpin oleh AS tidak akan berhasil karena rezim Zionis Israel didukung secara terbuka oleh Amerika Serikat, sementara Israel sendiri merupakan pihak yang melakukan pendudukan wilayah. Ia menekankan bahwa setiap inisiatif perdamaian seharusnya diprakarsai oleh negara-negara netral atau organisasi internasional yang independen.

“Kami percaya jika ada perdamaian yang akan terjadi di Gaza atau wilayah yang diduduki, itu harus berasal dari negara-negara netral atau organisasi internasional netral,” tambah Boroujerdi.

Boroujerdi menyatakan pesimismenya terhadap tercapainya perdamaian di Gaza, mengingat Israel tidak menunjukkan komitmen untuk melakukan gencatan senjata, membuat perjanjian damai, atau menerapkan solusi dua negara. Meskipun ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, Suriah, serta Gaza, serangan tetap terjadi hampir setiap hari, menunjukkan kurangnya komitmen Israel terhadap perjanjian tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan Board of Peace pada 22 Januari dalam ajang World Economic Forum di Davos, Swiss. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, telah menyatakan bergabung dengan dewan tersebut. Gedung Putih merencanakan konferensi tingkat tinggi Board of Peace pada 19 Februari 2026 untuk mendorong fase kedua gencatan senjata di Gaza serta menghimpun dana rekonstruksi bagi wilayah Palestina yang hancur akibat perang.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|