Jakarta, CNBC Indonesia — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyarankan investor pasar modal untuk selektif dalam memilih saham di tengah tekanan pasar.
Menurut Purbaya, kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berfluktuasi justru bisa dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi, khususnya pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat.
"Iya pilih saham yang bagus buat serok-serok. Fondasi ekonomi kita bagus," ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (16/3/2026).
Ia mengingatkan investor agar tidak tergoda membeli saham spekulatif atau yang kerap disebut saham gorengan, melainkan fokus pada emiten dengan kinerja bisnis yang solid.
Seperti diketahui, IHSG masih berada dalam tren koreksi sejak awal tahun 2026. Sepanjang tahun berjalan, IHSG terpantau turun nyaris 20%.
Tren negatif masih berlanjut, di mana pada penutupan perdagangan Senin (16/3/2026), IHSG ditutup turun 114,92 poin atau 1,61% ke level 7.022,29.
Meski demikian, Purbaya tetap optimistis pasar saham Indonesia memiliki prospek cerah dalam jangka menengah hingga panjang. Ia bahkan menilai indeks masih berpeluang menuju level yang jauh lebih tinggi.
"To the moon tetap 10 ribu masih bisa, karena memang ekonomi kita baik," kata dia.
Optimisme tersebut, lanjut Purbaya, didasarkan pada fundamental ekonomi nasional yang dinilai kuat, bahkan lebih baik dibandingkan sejumlah negara di kawasan.
Ia menekankan bahwa posisi ekonomi Indonesia saat ini relatif kuat, termasuk di antara negara-negara anggota G20.
"Ekonomi kita akan berbeda dengan negara-negara tetangga kita. Kita sudah nomor satu di G20, masa masih tidak percaya juga?" ujarnya.
Selain itu, ia menilai kondisi defisit fiskal Indonesia yang masih terkendali memberikan ruang bagi pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Dengan modal yang sama dan defisit yang terkendali, kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat," kata Purbaya.
(mkh/mkh)
Addsource on Google


















































