Harapan Sejati Harus Diikuti dengan Amal Perbuatan

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kitab Al Hikam, Syekh Ibnu Athaillah As Sakandari mengingatkan tentang harapan sejati yang diikuti dengan amal perbuatan. Berikut pernyataan Ibnu Athaillah:

"Harapan adalah yang diikuti dengan tindakan, jika tidak, maka itu adalah angan."

Dalam penjelasan tulisan Syekh Ibnu Athaillah itu, Syekh Abdul Majid As Syarnubi al Azhari menjelaskan, harapan yang benar dan ini termasuk bagian dari maqam yakin adalah yang diikuti dengan tindakan. Karena harapan yang hakiki itu pasti membangkitkan semangat untuk beramal. Barang siapa yang mengharapkan sesuatu, maka ia akan berusaha untuk mencarinya. Jika tidak, maka itu hanya angan belaka.

Di dalam hadits dikatakan, "Orang yang cerdas adalah orang yang mengekang hawa nafsunya dan melakukan amalan yang bermanfaat untuk kematiannya. Sedangkan orang yang lemah adalah yang memperturutkan hawa nafsunya dan berangan-angan bisa mendapatkan keberuntungan dari ALlah.

Hasan RA berkata, "Ada sekelompok orang-orang yang berangan-angan ingin mendapatkan ampunan dari Allah, tetapi mereka terus melakukan maksiat sampai mereka keluar dari dunia tanpa membawa kebaikan. Mereka sering berkata, "Berbaik sangkalah kalian kepada ALlah."

Ketahuilah! Sesungguhnya mereka itu berdusta. Karena jika mereka berbaik sangka kepada Allah, pasti mereka akan melakukan amal shaleh.

Firman Allah: 

وَذٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِيْ ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ اَرْدٰىكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ

wa dzâlikum dhannukumulladzî dhanantum birabbikum ardâkum fa ashbaḫtum minal-khâsirîn

Itulah dugaanmu yang telah kamu sangkakan terhadap Tuhanmu. (Dugaan) itu telah membinasakan kamu sehingga jadilah kamu termasuk orang-orang yang rugi. (QS: Fushilat: 23)

Barang siapa yang menginginkan kedudukan dan maqam para wali abdal, maka ia harus beramal dan membersihkan hati dan jiwanya, hingga hatinya suci seperti hati-hati mereka.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|