Jakarta, CNBC Indonesia - Pernahkah Anda bertanya-tanya ke mana perginya HP yang hilang digondol maling? Sebuah fakta mengejutkan akhirnya terungkap. Jutaan HP hasil curian dari berbagai belahan dunia ternyata bermuara di satu tempat yang sama, dan lokasinya sungguh tak terduga.
Bukan di gang sempit atau pasar loak tersembunyi, markas besar penampungan ponsel curian ini ternyata berada di sebuah gedung pencakar langit megah bernama Feiyang Times, yang berlokasi di Shenzhen, China.
Bagi masyarakat awam, Feiyang Times yang terletak di kawasan komersial elektronik Huaqiangbei ini tampak seperti pusat perbelanjaan elektronik biasa yang menjual perangkat bekas dengan harga miring.
Namun siapa sangka, lantai 4 gedung ini merupakan "surga" bagi pasar gelap perdagangan HP curian lintas negara. Bahkan, warga lokal terang-terangan menjuluki tempat ini sebagai "Gedung iPhone Curian".
Menurut laporan Financial Times beberapa saat lalu, ribuan iPhone yang dirampok di wilayah Eropa hingga Amerika Serikat (AS) berakhir di tempat tersebut.
Foto: Feiyang Times di shenzhen. (Tangkapan Layar Youtube/steve lin)
Salah satu cerita datang dari seorang korban bernama Sam Amrani. Ponsel pintar miliknya dijambret saat ia sedang asyik membalas pesan WhatsApp di jalanan kota London, Inggris. Sadar ponselnya raib, Amrani langsung melakukan pelacakan secara mandiri.
Awalnya, sinyal iPhone miliknya terdeteksi berada di sebuah toko reparasi ponsel yang berjarak beberapa kilometer dari lokasi kejadian. Tak lama kemudian, posisi ponsel tersebut terus berpindah-pindah ke beberapa alamat di kota London.
Mengejutkannya, hanya dalam kurun waktu seminggu setelah kejadian, ponsel milik Amrani tersebut diketahui sudah "terbang" melintasi benua menuju Kowloon, Hong Kong, sebelum akhirnya menetap di gudang hitam Shenzhen, China.
Di Feiyang Times, para sindikat ini tidak hanya menjual ponsel curian dalam bentuk utuh. Karena mayoritas HP keluran terbaru memiliki sistem keamanan ketat dan terkunci, mereka juga mempreteli perangkat tersebut untuk dijual secara eceran per komponen atau sparepart.
Modus Ancaman Pemerasan Data
Tak sampai di situ, para korban ponsel curian ini kerap mendapati teror pesan misterius dari pihak penadah. Modusnya, pengirim pesan mengaku bukan pihak yang mencuri, melainkan pihak ketiga yang akan mendaur ulang ponsel tersebut.
Para korban kemudian diancam dan dipaksa untuk mencabut kunci pengaman (iCloud/Google Lock) perangkat mereka. Jika korban menolak, sindikat ini mengancam akan menjual motherboard ponsel kepada pelanggan lain.
Hal ini tentu menjadi alarm bahaya karena data-data pribadi yang sensitif di dalam perangkat-seperti informasi kartu kredit hingga data perbankan-terancam bocor dan disalahgunakan.
Berkaca dari fenomena ini, sebelum hal buruk terjadi pada perangkat Anda, sangat disarankan untuk selalu memperketat sistem keamanan ponsel.
Bagi pengguna iPhone, pastikan Anda telah mengaktifkan kode sandi yang rumit serta menyalakan fitur Stolen Device Protection (Perlindungan Perangkat Dicuri) guna memberikan proteksi ekstra pada data pribadi Anda. Semoga informasi ini membantu!
(fab/fab)
Addsource on Google

















































