Harianjogja.com, JAKARTA—Grab Indonesia memastikan seluruh mitra pengemudi akan menerima Bonus Hari Raya (BHR) pada momen Lebaran 2026. Perusahaan menegaskan, bonus tersebut akan disalurkan sebelum Hari Raya Idulfitri 2026, meski skema dan besaran detailnya masih dalam tahap finalisasi.
Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan komitmen pemberian BHR telah disampaikan sejak awal tahun sebagai bentuk apresiasi terhadap mitra pengemudi.
“Kami sejak 13 Januari sudah berkomitmen akan memberikan bonus hari raya kepada mitra pengemudi,” ujar Neneng dalam acara Silaturahmi Ramadan Bersama Grab Indonesia di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Apresiasi Kinerja dan Konsistensi Mitra
Neneng menjelaskan, BHR diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kinerja, konsistensi layanan, serta komitmen mitra pengemudi yang dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan ini menjadi bagian dari program Komitmen Grab untuk Indonesia, sebuah inisiatif berkelanjutan yang dijalankan dalam tiga tahap.
“Total nilai komitmen yang kami siapkan mencapai Rp100 miliar,” katanya.
Selain BHR, Grab Indonesia juga memberikan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan secara gratis kepada mitra pengemudi berprestasi tanpa mengubah fleksibilitas pola kemitraan yang selama ini berjalan.
Program Mitra Naik Kelas
Grab juga terus mendorong peningkatan kesejahteraan mitra melalui program Melangkah Bersama atau Mitra Naik Kelas. Program ini membuka peluang bagi mitra untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan pengembangan diri sesuai pilihan masing-masing.
“Ada yang beralih dari roda dua ke roda empat, ada yang membuka GrabMerchant, bahkan ada yang melanjutkan pendidikan. Semua itu bagian dari Mitra Naik Kelas,” jelas Neneng.
Saat ini, lebih dari 1.700 mitra GrabBike tercatat telah beralih menjadi mitra GrabCar.
Sejak mulai beroperasi pada 2015, total mitra Grab Indonesia mencapai sekitar 3,7 juta orang. Namun, jumlah mitra aktif yang menarik penumpang setidaknya satu kali dalam sebulan berkisar 700.000–800.000 orang, dengan komposisi yang dinamis setiap bulan.
Dari total mitra tersebut, sekitar 182.500 merupakan perempuan, dan lebih dari 700 orang penyandang disabilitas. Grab juga mencatat sekitar 50% mitra pengemudi ojek online merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK).
Mayoritas mitra menjadikan Grab sebagai sumber penghasilan tambahan. Lebih dari 80% mitra GrabBike dan sekitar 67% mitra roda empat tidak bergantung sepenuhnya pada Grab sebagai penghasilan utama.
Meski begitu, terdapat mitra yang menjadikan Grab sebagai mata pencaharian utama dengan pendapatan di atas Rp10 juta per bulan, didukung tingkat aktivitas tinggi dengan rata-rata 28 order per hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com


















































