Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) akan mempertimbangkan untuk menaikkan tarif layanan transportasi daring Gojek jika harga bahan bakar terus melonjak karena perang Iran. Hal ini diungkapkan CEO Hans Patuwo dalam paparan kinerja (earning calls) pekan lalu.
"Kami akan mempertimbangkan untuk membebankan sebagian dari peningkatan biaya yang ditanggung oleh mitra pengemudi dan pedagang kami kepada konsumen," katanya selama konferensi pers daring, Senin (4/5/2026).
Hans mengatakan kenaikan harga akan berlaku untuk layanan premium lantaran para pelanggannya cenderung lebih tangguh dan kurang sensitif terhadap kenaikan harga.
Ia menambahkan bahwa harga minyak yang lebih tinggi juga akan memukul industri plastik, menunjukkan bahwa dampak inflasi dapat dirasakan secara menyeluruh dan berdampak pada pelemahan daya beli konsumen.
Adapun pada periode pelaporan Januari-Maret 2026, GOTO mencatatkan laba bersih sebesar Rp171 miliar, berbalik dari posisi rugi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp367 miliar.
GOTO juga melaporkan kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan pada kuartal I 2026 sebesar Rp907 miliar dan on-track untuk mencapai pedoman kinerja setahun penuh EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Pendapatan bersih naik 26% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 5,3 triliun rupiah untuk kuartal tersebut. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp907 miliar rupiah, berkat produk-produk premium.
GOTO juga menawarkan pembayaran seluler dan pinjaman online melalui Gojek dan pasar online Tokopedia. Dikatakan bahwa jumlah pengguna aktif bulanan layanan fintech-nya melonjak 84% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 27,5 juta pada kuartal tersebut.
Sementara itu, nilai transaksi bruto untuk layanan mobilitas on-demand mengalami sedikit perlambatan musiman pada kuartal ini sekitar 3% menjadi Rp5,7 triliun dari periode yang sama tahun lalu, sementara segmen pengiriman tumbuh 8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Chief Operating Officer Grup, Sudhanshu Raheja, mengatakan bahwa "curah hujan yang tinggi" pada bulan Maret, termasuk selama liburan Idul Fitri, menyebabkan peningkatan permintaan pengiriman. Namun, ia mengatakan bahwa liburan tersebut juga berarti bahwa pengemudi Gojek bekerja dengan jam lebih pendek, yang menyebabkan kerugian bisnis.
Patuwo mengatakan GoTo akan melakukan "tiga penyesuaian" pada strateginya. Antara lain penekanan yang lebih kuat pada pertumbuhan layanan on-demand, transformasi kecerdasan buatan, dan strategi pembelian kembali saham.
Para pesaing asal Singapura, Grab dan Sea, telah mencatatkan keuntungan dalam beberapa tahun terakhir dan masing-masing sedang memperluas layanan AI dan bisnis ritel online mereka.
(fsd/fsd)
Addsource on Google


















































