Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas kesehatan Korea Selatan secara resmi mengonfirmasi temuan kasus pertama infeksi virus Oz yang ditularkan melalui kutu pada manusia melalui transmisi lokal. Temuan ini menjadi peringatan serius mengingat penyakit ini sebelumnya hanya ditemukan pada kasus impor.
Mengutip laporan The Straits Times yang melansir The Korea Herald, otoritas setempat melaporkan kasus ini terjadi pada seorang wanita berusia 80-an tahun yang mulai menjalani pemeriksaan medis intensif sejak November tahun lalu. Pasien tersebut dilaporkan mengalami gejala demam tinggi, menggigil, hingga nyeri otot yang hebat tanpa adanya riwayat perjalanan ke luar negeri.
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) memberikan pernyataan resmi mengenai kronologi penemuan kasus langka ini pada hari Kamis, (07/05/2026). Pihak otoritas menjelaskan bahwa deteksi ini merupakan hasil dari pemantauan ketat terhadap virus-virus yang berpotensi menyebar akibat perubahan iklim.
"Pasien wanita berusia 80-an tersebut diuji pada bulan November setelah dokter awalnya mencurigai sindrom demam parah dengan trombositopenia, atau SFTS. Dia mengalami demam, menggigil, dan nyeri otot, serta tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri," demikian pernyataan resmi dari Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA).
Hasil tes SFTS pada pasien tersebut awalnya menunjukkan hasil negatif, namun tim medis terus melakukan perawatan hingga pasien dinyatakan sembuh total. Kendati demikian, penyelidikan lebih lanjut terhadap sampel medis pasien tersebut akhirnya mengungkap keberadaan virus Oz yang selama ini diwaspadai.
"Kasus ini menandai pertama kalinya virus Oz terdeteksi pada pasien di Korea Selatan tanpa riwayat perjalanan ke luar negeri. Satu-satunya kasus terkonfirmasi sebelumnya di sini melibatkan seseorang yang terinfeksi saat bepergian di Jepang pada Juli 2023," tulis KDCA dalam laporannya.
Virus Oz sendiri merupakan virus RNA yang pertama kali diidentifikasi di Jepang pada tahun 2018 dari kutu jenis Amblyomma testudinarium. Virus ini mulai menjadi perhatian dunia sebagai virus kutu yang berpotensi menginfeksi manusia setelah Jepang melaporkan kasus infeksi fatal yang menyebabkan kematian pada tahun 2023.
KDCA menekankan bahwa temuan terbaru ini menunjukkan bahwa kejadian lokal infeksi virus Oz di Korea Selatan kini tidak dapat dikesampingkan lagi. Pihak agensi meminta para tenaga medis untuk mulai mempertimbangkan kemungkinan infeksi virus ini jika penyebab demam tidak kunjung jelas pada pasien yang memiliki riwayat gigitan kutu.
"Gejala infeksi virus Oz meliputi demam, menggigil, dan nyeri otot, mirip dengan gejala SFTS, sehingga keduanya sulit dibedakan tanpa pengujian tambahan," jelas pihak KDCA.
Selain itu, KDCA menyatakan bahwa pihaknya terus memantau penyakit menular yang dilaporkan di luar negeri namun belum dikonfirmasi di Korea Selatan. Hal ini dilakukan karena perubahan iklim dan faktor lainnya dapat mengubah habitat kutu dan vektor penyakit lainnya secara drastis.
"Agensi melakukan analisis tindak lanjut triwulanan terhadap sampel dari dugaan infeksi yang dites negatif untuk penyakit seperti SFTS. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah virus yang dilaporkan dalam jumlah kecil di negara tetangga, termasuk Jepang dan Taiwan, telah masuk ke Korea Selatan atau mulai terjadi secara lokal," ungkap lembaga tersebut.
Kasus terbaru ini akhirnya berhasil diidentifikasi pada bulan Maret lalu saat dilakukan pengujian sampel dari infeksi yang tidak dapat dijelaskan. Dalam proses analisis mendalam tersebut, KDCA melakukan pengujian terhadap sekitar 10 jenis virus berbeda untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan pada pasien.
(tps)
Addsource on Google

















































