REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesadaran anak muda terhadap gaya hidup halal dinilai terus meningkat. Namun, banyak generasi Z mengaku masih sulit meninggalkan layanan keuangan konvensional karena kebutuhan sehari-hari masih lebih dekat dengan sistem tersebut.
Mulai dari pembayaran kampus, transaksi digital, hingga kebutuhan administrasi pendidikan disebut masih banyak menggunakan layanan konvensional yang dianggap lebih praktis dan mudah diakses.
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Muhammad Ridho, mengatakan generasi muda saat ini sangat mempertimbangkan kemudahan layanan dan pengalaman penggunaan aplikasi dalam memilih layanan keuangan. Menurut dia, platform konvensional masih dinilai lebih cepat dan fleksibel dibanding layanan syariah.
“Generasi Z cenderung mempertimbangkan fleksibilitas layanan, kecepatan akses, serta pengalaman penggunaan aplikasi,” ujar Ridho dalam focus group discussion (FGD) Road to ISF 2026 bertajuk “Beyond Awareness: Dari Gaya Hidup Menjadi Inklusi” yang digelar Republika bersama FoSSEI, Rabu (13/5/2026) lalu.
Ridho mengatakan sistem pembayaran pendidikan dan berbagai kebutuhan sehari-hari yang masih didominasi layanan konvensional membuat mahasiswa akhirnya terbiasa menggunakan layanan nonsyariah.
Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, Bagas, mengatakan masyarakat sebenarnya mulai menjalankan sebagian gaya hidup halal. Namun, layanan syariah masih dianggap lebih rumit dibanding layanan konvensional.
“Masyarakat berharap layanan syariah memiliki kemudahan dan kualitas yang setara dengan layanan konvensional,” tuturnya.
Menurut Bagas, masyarakat bukan menolak konsep syariah, melainkan menginginkan layanan yang nyaman, cepat, dan mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Masih sebatas di ruang diskusi
Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, Muhammad Galang, mengatakan pembahasan ekonomi syariah selama ini masih lebih banyak bergerak di lingkup organisasi mahasiswa seperti KSEI dan FoSSEI.
Menurut dia, implementasi nyata di lingkungan kampus masih terbatas sehingga penggunaan layanan syariah belum menjadi kebiasaan sehari-hari mahasiswa.
“Kampus perlu mendorong implementasi nyata, misalnya melalui program penggunaan rekening syariah bagi mahasiswa,” ujar Galang.
Galang menilai edukasi ekonomi syariah tidak boleh berhenti pada seminar atau forum diskusi semata. Menurut dia, kampus perlu ikut membangun ekosistem yang mendukung penggunaan layanan syariah dalam aktivitas sehari-hari.
Ia mengatakan organisasinya bahkan memiliki program penggunaan rekening syariah bagi pengurus untuk membiasakan transaksi berbasis syariah.

23 hours ago
6
















































