Ditendang Trump, Langsung Bangkit Bikin Proyek Jumbo Rp 26 Triliun

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Anthropic menjadi sorotan setelah berseteru dengan pemerintahan Donald Trump. Startup yang tadinya memegang kontrak jumbo dengan Kementerian Pertahanan/Perang (DoD/Pentagon), mendadak ditendang karena tak patuh.

Anthropic menolak tool AI-nya digunakan untuk menciptakan senjata otonom atau memata-matai warga AS. Trump murka dan menyebut Anthropic sebagai perusahaan sayap kiri woke yang membahayakan nyawa warga AS. Bahkan, DoD langsung memasukkan Anthropic ke daftar 'risiko rantai pasok'.

Beberapa saat lalu, Anthropic kembali menjalin hubungan dengan Gedung Putih. Namun, belum berarti hubungan keduanya langsung kembali normal. Pemerintahan Trump mengumumkan 7 raksasa teknologi yang meneken kontrak baru, dan tidak ada Anthropic di dalamnya.

Di tengah keterpurukan ditendang pemerintah Trump, Anthropic nyatanya tak gentar untuk unjuk gigi. Basis pengguna tool AI-nya dilaporkan melonjak, serta model AI Mythos terbaru menjadi sorotan di mana-mana.

Terbaru, Anthropic mengumumkan perusahaan patungan baru senilai US$1,5 miliar (Rp 26 triliun). Proyek baru ini merupakan hasil kerja sama dengan Goldman Sachs, Blackstone, dan Hellman & Friedman.

Model AI Claude milik Anthropic akan diterapkan dalam bisnis. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi hambatan pada perkembangan AI yakni kelangkaan ahli untuk menerapkan teknologi dalam pekerjaan dunia nyata.

"Ada kekurangan yang besar pada orang-orang yang mengetahui cara menerapkan alat-alat ini ke dalam bisnis dan mentransformasikan bisnis tersebut," jelas kepala global manajemen aset dan kekayaan Goldman, Marc Nachmann, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (5/5/2026).

Perusahaan ini bukan firma konsultan tradisional, melainkan akan mendesain ulang alur kerja. Termasuk mengintegrasikan AI dalam proses inti.

Nachmann menjelaskan memiliki model AI saja tidak cukup mengubah alur kerja atau cara beroperasi. Namun dibutuhkan orang-orang yang bisa melakukannya.

"Anda butuh orang-orang yang bisa menggabungkan teknologi dengan yang sebenarnya terjadi pada bisnis dan menerapkan perubahan," dia menjelaskan.

Uji coba penggunaan model AI diharapkan bisa dilakukan pada perusahaan yang masuk dalam portofolio firma investasi tersebut, sebelum menargetkan perusahaan lainnya.

Sejumlah sektor yang jadi target adalah perusahaan ekuitas swasta seperti perawatan kesehatan, manufaktur, jasa keuangan, ritel dan real estat. Nachmann memastikan entitas yang baru dibangun dapat membantu tranformasi perusahaan-perusahaan yang menjadi target.

"Kami akan banyak menggunakannya pada perusahaan portofolio kami," ucapnya.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|