Bukan Efek Perang Iran, Ini Alasan WFA Berlaku di RI-Cek Jadwalnya

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran 2026. Salah satu langkah yang ditempuh adalah penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada beberapa hari menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri/ Lebaran 2026.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan perjalanan yang biasanya menumpuk pada satu atau dua hari menjelang Lebaran. Dengan fleksibilitas bekerja dari mana saja, masyarakat diharapkan dapat mengatur jadwal perjalanan lebih awal.

Bukan akibat efek domino perang Iran, seperti sejumlah negara tetangga yang menerapkan work from home atau WFH alias bekerja dari rumah demi menghemat BBM.

Langkah ini menjadi penting mengingat mobilitas masyarakat saat Lebaran diperkirakan sangat besar dan berpotensi menimbulkan kemacetan panjang di berbagai jalur transportasi utama.

Lalu, kapan jadwal WFA berlaku?

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan kebijakan WFA dirancang untuk menyebar pergerakan masyarakat agar tidak terpusat pada puncak arus mudik.

"Hari Raya Idul Fitri 2026 akan jatuh berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Dengan diterapkannya Work From Anywhere pada tanggal 16 dan 17 Maret pada masa arus mudik, masyarakat diharapkan dapat berangkat lebih awal dimulai dari H-8 yaitu Jumat tanggal 13 Maret 2026," ujar Dudy dan rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (11/3/2026).

Kebijakan tersebut juga diterapkan saat periode arus balik guna menghindari penumpukan kendaraan setelah masa cuti bersama berakhir.

"Adapun untuk masa arus balik dengan penerapan Work From Anywhere pada tanggal 25, 26, dan 27 Maret diharapkan mampu mengurai kepadatan pergerakan kembali pemudik," katanya.

Tanpa pengaturan waktu perjalanan yang baik, puncak arus mudik berpotensi terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

"Penerapan Work From Anywhere (WFA) pada masa mudik di tanggal 16 dan 17 Maret diharapkan dapat melandaikan puncak keberangkatan yang diprediksi akan jatuh pada H-3 atau Rabu 18 Maret 2026," kata Dudy.

Kebijakan serupa juga diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus balik setelah libur panjang Lebaran.

"Selanjutnya dengan pemberlakuan Work From Anywhere pada tanggal 25, 26, dan 27 Maret diharapkan arus balik tidak menumpuk pada H+4 atau Rabu 25 Maret pada saat cuti bersama telah selesai," kata Dudy.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|