Bos Amman Mineral (AMMN) Buka Suara Soal Dampak Perang Iran VS Israel

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Eskalasi konflik antar negara yang terjadi di Timur Tengah turut menjadi perhatian pelaku industri global, termasuk sektor pertambangan. Namun hingga saat ini, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mengaku belum ada dampak langsung terhadap operasional maupun permintaan produk perusahaan.

Vice President Corporate Communications Amman Mineral Kartika Octaviana mengatakan, salah satu aspek yang paling berpotensi terdampak adalah rantai pasok (supply chain), terutama yang berkaitan dengan distribusi energi seperti bahan bakar (fuel).

Namun, saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan risiko secara menyeluruh melalui kerangka enterprise risk management (ERM) untuk mengantisipasi potensi dampak dari konflik tersebut.

"Kalau misalnya yang sangat berpengaruh pasti supply chain ya fuel dan lain sebagainya. Tapi sebenarnya kita sekarang enterprise risk management, Sebagai bagian dari enterprise risk management Kita lagi mengakses semua dampaknya dan lain sebagainya," ujarnya saat ditemui di Jakarta, dikutip Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini operasional perusahaan masih berjalan normal dan belum mengalami hambatan berarti. Namun manajemen terus memantau perkembangan situasi global karena dampak konflik berpotensi muncul melalui pergerakan harga komoditas maupun biaya logistik.

"So far sih tidak terhambat ya, tapi yang efek pasti mungkin harga kan. Nanti kita ngeliat trend-nya. Tapi we don't wanna speak too soon. Kita liat aja kayak gimana. Yang jelas our enterprise risk management itu berupaya untuk memetakan semua risk Ini masih early stage," ungkapnya.

Di sisi lain, Amman Mineral juga belum melihat adanya dampak terhadap permintaan komoditas tembaga yang menjadi produk utama perusahaan. Ia menilai, secara fundamental permintaan tembaga global masih kuat karena didorong oleh tren elektrifikasi dan transisi energi, sementara pasokan global relatif terbatas.

"Kalau misalnya Copper is in high demand. Maksudnya As we know supply nya always contracted difficult supply. Karena terbatas tambang tembaga di dunia Dan demand-nya tinggi karena electrification dan segala macam," sebutnya.

Meskipun demikian, pihaknya akan tetap mencermati respons berbagai negara besar terhadap konflik tersebut, termasuk China, yang berpotensi memengaruhi dinamika pasar komoditas global.

"Kita gak tau nih karena kan konflik ini juga baru beberapa minggu ini. Kemudian bagaimana negara-negara merespon, contohnya China meresponnya. Kita belum tau juga. So far belum terlihat ada efeknya terhadap demand untuk produk kita," tutupnya.

(ayh/ayh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|