Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa usia menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI mengenai penerimaan negara di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melanjutkan reformasi besar-besaran di internal Kementerian Keuangan dengan merombak puluhan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sore ini, Jumat (6/2/2026), setelah sebelumnya memutasi puluhan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Purbaya menyebut penetapan tersangka terhadap oknum pegawai pajak dan bea cukai sebagai shock therapy untuk memperkuat integritas dan fokus kerja seluruh jajaran.
“Bagus enggak rompinya? Hahaha. Enggak, itu shock therapy untuk pegawai pajak dan bea cukai, untuk lebih fokus lagi ke depan menjalankan tugasnya,” ujar Purbaya usai Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking di Kementerian Keuangan.
Ia menegaskan rotasi massal ini bertujuan memutus praktik tidak sehat, meningkatkan transparansi, dan memastikan organisasi lebih bersih serta solid. “Bea Cukai kan kemarin sudah saya ganti berapa puluh orang pegawai. Jadi, sore ini berapa puluh pegawai pajak pun saya akan putar,” tegasnya.
Meski bertindak tegas terhadap pelanggaran, Purbaya menjamin pendampingan hukum bagi pegawai yang terlibat kasus agar hak-hak mereka terlindungi dan moral kerja tidak turun.
“Saya akan mendampingi saja, jangan sampai nggak didampingin. Nanti kalau saya nggak dampingin, setiap ada masalah langsung saya buang. Nanti orang keuangan semuanya nggak ada yang mau kerja,” jelasnya.
Pendampingan tersebut, menurutnya, bukan intervensi untuk menghentikan proses hukum, melainkan menjamin perlakuan adil dan transparan dalam proses peradilan. “Tapi saya nggak akan intervensi dalam pengertian saya datang ke sana, suruh hentikan prosesnya,” kata Purbaya.

2 hours ago
2
















































