Warga Palestina menyaksikan serangan udara Israel di Jalur Gaza, 28 Juli 2026. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan setidaknya empat orang syahid dalam serangan Israel di berbagai wilayah tersebut pada 28 Juli 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mengirimkan senjata senilai 2,8 miliar dolar AS kepada Israel.
Kesepakatan yang tengah dipersiapkan itu mencakup 40 ribu bom dengan berat masing-masing 2.000 pon atau sekitar 907 kilogram.
Informasi tersebut dilaporkan The Washington Post dan Reuters, dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat.
Menurut seorang pejabat AS yang mengetahui rencana tersebut, paket persenjataan itu terdiri atas 20 ribu bom jenis MK-84 yang dikenal dengan julukan “The Hammer”, 20 ribu bom jenis BLU-117, serta 20 ribu hulu ledak penghancur bunker jenis A-2000.
Jika disetujui, kesepakatan ini akan menjadi pengiriman bom seberat 2.000 pon terbesar ke Israel, melampaui pengiriman-pengiriman sebelumnya pada masa pemerintahan Joe Biden dan Donald Trump.
Nilainya juga lebih besar daripada kesepakatan senjata senilai 2,04 miliar dolar AS yang disetujui pada 2025 dan melewati prosedur peninjauan Kongres yang biasanya berlaku.
“The Hammer”, senjata penghancur
Bom MK-84 dianggap sebagai salah satu amunisi konvensional paling destruktif dalam persenjataan militer Barat.
Ledakannya dapat menyebarkan pecahan logam hingga jarak ribuan kaki. Bom ini juga memiliki kemampuan menembus beton dan logam tebal serta menciptakan kawah besar.

2 hours ago
4
















































