AS akan Dakwa Presiden Venezuela Maduro dengan Perkara Perdagangan Narkoba dan Terorisme

1 month ago 21

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores saat kampanye penutupannya di Caracas pada 17 Mei 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pasukan Amerika Serikat (AS) telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Dia disebut akan diadili di AS dengan tudingan terorisme dan perdagangan narkoba. 

"Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York. Nicolas Maduro didakwa dengan konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat destruktif, dan konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan alat perusak terhadap Amerika Serikat," ungkap Jaksa Agung AS Pamela Bondi lewat akun X resminya, Sabtu (3/1/2026). 

Dia memastikan, Maduro dan istrinya akan segera diadili. "Atas nama seluruh Departemen Kehakiman AS, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump atas keberaniannya menuntut pertanggungjawaban atas nama rakyat Amerika," ujarnya.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada militer pemberani kita yang telah melakukan misi luar biasa dan sangat sukses untuk menangkap kedua terduga pengedar narkoba internasional ini," tambah Bondi. 

Sementara itu Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan, sebelum melancarkan serangan dan melakukan penangkapan terhadap Maduro, Donald Trump sudah menyodorkan beberapa tawaran kepada Venezuela. Namun Vance mengeklaim, tawaran tersebut diabaikan. 

"Presiden menawarkan beberapa jalan keluar, tetapi sangat jelas sepanjang proses ini: perdagangan narkoba harus dihentikan, dan minyak curian harus dikembalikan ke Amerika Serikat,” kata Vance lewat akun X resminya. 

Menurut Vance, Maduro adalah buronan hukum AS. "Anda tidak bisa menghindari keadilan atas perdagangan narkoba di Amerika Serikat hanya karena Anda tinggal di istana di Caracas," ujarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|