Jakarta, CNBC Indonesia - Apple akhirnya menyerah dengan memilih untuk menurunkan biaya komisi di Apple App Store di pasar China. Langkah ini diambil setelah tekanan dari para regulator di salah satu pasar terbesar perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut.
Dalam pernyataan resmi, Apple menyebut biaya komisi untuk pembelian dalam aplikasi dan transaksi berbayar akan dipangkas menjadi 25% dari sebelumnya 30%. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Minggu.
Selain itu, komisi bagi pengembang yang tergabung dalam program usaha kecil Apple serta program mitra mini apps juga diturunkan menjadi 12% dari sebelumnya 15%.
Mini apps merupakan aplikasi kecil yang berjalan di dalam platform besar seperti WeChat milik Tencent. Platform tersebut bersama aplikasi milik ByteDance seperti TikTok menjadi rumah bagi banyak aplikasi pihak ketiga di China.
Media pemerintah China, Economic Daily, menyebut pemangkasan biaya ini sebagai kemenangan bagi pengembang dan konsumen digital di negara tersebut.
"Penyesuaian ini akan meningkatkan pilihan konsumsi dan transparansi informasi," tulis laporan media tersebut, dikutip dari Reuters, Jumat (13/2/2026).
Economic Daily juga menyebut premi harga layanan digital di ekosistem iOS akan berangsur hilang. Akibatnya, harga langganan, pembelian dalam game, donasi siaran langsung, hingga mini program diperkirakan akan turun.
Penghematan bagi konsumen bahkan diperkirakan bisa mencapai hampir 1 miliar yuan per tahun.
Selama ini, komisi 30% Apple yang sering disebut sebagai "Apple Tax" yang menjadi sorotan para regulator di berbagai negara.
Uni Eropa misalnya, pada 2024 memaksa Apple menurunkan komisi menjadi sekitar 10% hingga 17% untuk pengembang. Sementara di Amerika Serikat, Apple telah mengizinkan metode pembayaran alternatif untuk transaksi dalam aplikasi.
Pendiri AppInChina, Rich Bishop, mengatakan Apple sebelumnya telah melakukan pembicaraan dengan kementerian teknologi informasi China dan lembaga pemerintah lainnya.
"Dalam kasus China, mereka telah berbicara dengan kementerian TI dan departemen lain, dan diminta atau ditekan untuk menurunkan biaya mereka," ujarnya.
Kebijakan ini juga berlaku bagi pengembang internasional yang aplikasinya tersedia di App Store China.
Menurut Bishop, aplikasi pendidikan Duolingo saja menghasilkan sekitar US$50 juta per tahun dari pasar China. Dengan pemangkasan komisi tersebut, perusahaan-perusahaan aplikasi diperkirakan bisa menghemat biaya dalam jumlah besar.
"Duolingo, aplikasi pendidikan dengan pendapatan tertinggi di China, menghasilkan sekitar US$50 juta per tahun dari pasar China dan kebijakan ini akan menghemat biaya mereka dalam jumlah yang cukup besar," ujar Bishop.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































