Anak Buah Bahlil 'Turun Gunung' Cek Pasokan BBM di Kilang Balongan

6 hours ago 3

Indramayu, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaiman memastikan kesiapan Kilang Balongan dalam mendukung pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Hal ini disampaikan usai ia melakukan kunjungan kerja ke fasilitas kilang milik Pertamina tersebut.

Kunjungan dilakukan untuk memastikan ketahanan stok, serta kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) selama periode Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026, khususnya untuk wilayah Regional Jawa Bagian Barat (RJBB).

Laode mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Pertamina, kondisi pasokan energi selama periode RAFI dalam keadaan aman. Pasokan BBM, LPG, maupun minyak mentah (crude) dipastikan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Tadi kami sudah disampaikan laporan dari Pertamina bahwa kondisi sampai dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kita baik itu untuk BBM, LPG, crude, semuanya dapat tersedia dengan baik," kata Laode, saat ditemui di kawasan Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (12/3/2026).

Menurut Laode, pemerintah saat ini juga mulai menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk periode setelah RAFI. Hal ini dilakukan agar ketersediaan energi tetap terjaga meskipun permintaan meningkat selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Ia menilai untuk periode RAFI sendiri kebutuhan energi sudah dipersiapkan dengan baik, sehingga fokus selanjutnya adalah memastikan pasokan setelah periode tersebut juga tetap terpenuhi.

Selama periode RAFI, Pertamina juga akan menyiapkan layanan tambahan seperti motoris untuk membantu pengantaran BBM, penambahan posko layanan, serta berbagai fasilitas tambahan lainnya.

"Nah, tadi sudah disampaikan, baik itu untuk crude oil, kemudian juga untuk stok BBM, LPG, semua tersedia dan masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi saat ini. Dan juga kita melakukan suatu inovasi-inovasi antara lain dengan pemanfaatan BBM yang optimal sesuai dengan kebutuhan," kata Laode.

Berdasarkan data historis dan proyeksi selama 9 Maret - 1 April 2026, di wilayah Jawa Bagian Barat bahan bakar jenis bensin (gasoline) akan mengalami kenaikan permintaan sebesar 9,6% akibat mobilitas kendaraan pribadi yang bertambah saat mudik, Begitu pula dengan permintaan avtur, diperkirakan akan naik tipis sebesar 0,5%.

Permintaan LPG juga diperkirakan meningkat 2,86% dikarenakan aktivitas rumah tangga selama bulan Ramadan. Permintaan BBM industri juga diperkirakan mengalami kenaikan 7,9%. Sementara permintaan Solar diperkirakan mengalami penurunan 27,3% karena pembatasan operasional kendaraan logistik selama periode arus mudik dan arus balik.

Refinery Unit (RU) VI Balongan memiliki kapasitas pengolahan kilang sebesar 150 MBSD (ribu barel stream per day). Kilang Balongan memiliki Nelson Complexity Index 11,9, atau sebagai unit pengolahan minyak mentah dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia. Total produksi Kilang Balongan menghasilkan produk BBK (52%), BBM (26%), Non BBM seperti LPG, Avtur dan Propylene (12%) dan lain-lain (9%).

Produk Kilang Balongan akan didistribusikan ke wilayah DKI dan Jawa Barat (82%), Wilayah lainnya (12%), dan Ekspor Decant Oil ke Singapura (6%). Untuk wilayah DKI dan Jawa Barat, hasil produksi dari Kilang Balongan dialokasikan untuk Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Cikampek dan Integrated Terminal Jakarta (Plumpang).

(wia)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|