Akademi adalah tiang penyangga dari sebuah klub, kata Ricky Nelson.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Akademi Persija Jakarta berhasil meraih penghargaan sebagai akademi terbaik di Elite Pro Academy (EPA) 2023. Kemenangan ini diperoleh setelah tim Ibukota ini menjuarai EPA Super League U20 dan menjadi finalis di EPA U18.
Direktur Akademi Persija, Ricky Nelson, menyatakan bahwa akademi merupakan "tiang penyangga" klub. Pernyataan ini menegaskan pentingnya akademi sebagai investasi masa depan yang serius. "Akademi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang," katanya saat ditemui di Lapangan Garudayaksa, Bekasi, Minggu.
Prestasi Persija di EPA U20 diraih dengan mengalahkan Malut United 1-0. Sementara itu, di EPA U18, Persija harus mengakui keunggulan Malut United melalui adu penalti dengan skor 2-3. Selain itu, dua pelatih Persija, Furqon (U20) dan Ferdiansyah (U18), dinobatkan sebagai pelatih terbaik, dan pemain Ahmad Mujadid menjadi top skor di EPA U20.
Persija juga mendapat penghargaan tim fair play di EPA U16 dan U18. Ricky menekankan pentingnya fokus pada permainan dan menghindari pelanggaran. "Kita bangun DNA untuk menguasai bola dan menyerang," ujarnya.
Metodologi Modern dan Promosi Pemain
Sukses akademi Persija juga ditopang oleh penggunaan metodologi modern hasil kerjasama dengan pihak dari Spanyol dan Swedia. "Kita selalu studi banding mencari DNA terbaik untuk anak-anak," ungkap Ricky.
Namun, ia menambahkan bahwa keberhasilan akademi akan kurang berarti jika tidak ada pemain yang dipromosikan ke tim senior setiap musimnya. "Ada minimal tiga pemain muda yang dipromosikan tiap tahun," tambah Ricky. Tahun ini, Figo Dennis, Aditya Warman, dan Syayid telah melakukan debut mereka.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

13 hours ago
6
















































