Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) mengumumkan pengangkatan Addin Jauharudin sebagai Komisaris Independen BSI. Jabatan tersebut berlaku efektif menjabat per tanggal 11 Maret 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), BSI menyatakan bahwa pengangkatan komisaris independen tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 16 Mei 2025 mengenai persetujuan perubahan susunan pengurus perseroan.
Perseroan juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima keputusan dari OJK melalui surat nomor SR-215/PB.13/2026 tertanggal 6 Maret 2026 mengenai hasil penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) atas calon komisaris independen.
"PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk telah menerima keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat nomor
SR-215/PB.13/2026 tanggal 06 Maret 2026 perihal Penilaian Kemampuan dan Kepatutan atas pengangkatan Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk," tulis manajemen BRIS, dikutip Senin (16/3/2026).
Dalam keterbukaan informasi tersebut, manajemen BSI juga menegaskan bahwa pengangkatan komisaris independen ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Addin Jauharudin merupakan seorang profesional kelahiran Cirebon tahun 1980 memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pengawasan perusahaan, khususnya di sejumlah badan usaha milik negara (BUMN).
Ia dikenal aktif mengisi posisi komisaris independen di berbagai perusahaan strategis sekaligus berperan dalam organisasi kemasyarakatan dan ekonomi syariah.
Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Waskita Karya Tbk pada periode 2023 hingga 2025.
Sebelumnya, ia juga dipercaya sebagai Komisaris Independen di PT Pos Indonesia (Persero) pada 2018 hingga 2023.
Pada periode yang lebih awal, ia menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Garam (Persero) selama 2014 hingga 2018.
Selain di BUMN, ia juga aktif di sektor koperasi dengan menjabat sebagai Koordinator Pengawas KSP Daya Inspirasi Bangsa sejak 2020 hingga 2025.
Di bidang organisasi kepemudaan, ia dipercaya memimpin Gerakan Pemuda Ansor sebagai Ketua Umum untuk periode 2024 hingga 2029.
Ia juga sempat berperan dalam pengembangan ekonomi syariah sebagai Kepala Divisi Produk Halal di Masyarakat Ekonomi Syariah pada periode 2021 hingga 2023.
Dari sisi pendidikan, ia memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang manajemen dan keislaman. Ia meraih gelar doktor (S3) di Universitas Brawijaya pada 2019 dengan konsentrasi Manajemen Strategis.
Sebelumnya, ia menyelesaikan studi Magister Manajemen (S2) di Universitas Trisakti pada 2016.
Adapun pendidikan sarjana (S1) ditempuh di Institut Agama Islam Al-Aqidah dengan jurusan Al-Ahwal Al-Syakhshiyah pada 1998.
(fsd/fsd)
Addsource on Google


















































