Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari 600 personel militer dari berbagai negara tengah dikerahkan dalam misi pencarian besar-besaran untuk menemukan dua tentara Amerika Serikat (AS) yang hilang di Maroko. Para prajurit tersebut dilaporkan hilang saat mengikuti latihan militer gabungan antara AS dan negara-negara Afrika.
Mengutip laporan The Associated Press, otoritas setempat pada Rabu (6/5/2026) menyatakan bahwa tim pencari kini tengah menyisir gua-gua bawah laut dan sepanjang pesisir Samudra Atlantik. Pencarian yang telah memasuki hari kelima ini dilakukan di tengah berakhirnya rangkaian latihan militer bertajuk African Lion tersebut.
Militer Maroko menjelaskan bahwa kedua anggota Angkatan Darat AS itu hilang sejak pekan lalu di dekat area pelatihan Cap Draa, di luar kota Tan-Tan, Maroko Barat Daya. Mereka diyakini sedang melakukan pendakian rekreasi dan diduga terjatuh ke dalam laut.
Seorang pejabat pertahanan AS memberikan rincian mengenai skala operasi penyelamatan yang sedang berlangsung di lapangan. Luas area yang telah disisir mencakup puluhan kilometer persegi wilayah perairan dan daratan.
Pejabat tersebut mengungkapkan bahwa keterlibatan ratusan personel lintas negara ini telah mencakup area lebih dari 45 kilometer persegi di wilayah pesisir dan laut lepas. Misi ini menjadi fokus utama militer saat ini di tengah latihan gabungan.
"Dua tentara kami dan keluarga mereka tetap menjadi prioritas mutlak kami," ujar pejabat tersebut kepada The Associated Press pada Kamis (7/5/2026).
Skala Latihan Terbesar di Afrika
Para tentara yang hilang merupakan bagian dari peserta African Lion 26, sebuah latihan pimpinan AS yang diluncurkan sejak April di empat negara, yakni Maroko, Tunisia, Ghana, dan Senegal. Latihan ini melibatkan lebih dari 7.000 personel dari 30 negara dan dijadwalkan berakhir pada Jumat pekan ini.
Angkatan Laut Maroko juga merilis video yang memperlihatkan penyelam militer sedang memeriksa gua-gua laut dan pesawat yang memindai permukaan samudra. Selain itu, tim personel berseragam beserta unit anjing pelacak dikerahkan untuk menyisir garis pantai berbatu yang terjal.
Dua kapal yang awalnya bertugas untuk komponen pelatihan maritim kini telah dialihkan sepenuhnya untuk fokus pada misi pencarian. Kapal tersebut terdiri dari fregat multi-misi Eropa milik Maroko dan kapal suplai serbaguna milik Prancis.
Pejabat pertahanan AS memaparkan peran armada laut dan udara yang terlibat dalam upaya penyelamatan tersebut. Berbagai jenis jet dan helikopter canggih dikerahkan untuk memantau titik-titik koordinat hilangnya korban.
Ia menjelaskan bahwa kapal logistik AS terus mendukung jalannya latihan sembari membantu upaya pencarian secara intensif. Peralatan penerbangan yang dikerahkan meliputi jet UC-35 Citation milik AS, pesawat C-12 Huron Angkatan Darat AS, serta helikopter Puma dan Super Puma milik Maroko.
"Beberapa vendor teknologi yang terlibat dalam latihan tersebut telah mengerahkan sistem pesawat tak berawak (drone) untuk membantu pengawasan di area pencarian," tambah pejabat tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus dilakukan dengan intensitas tinggi mengingat batas waktu latihan yang akan segera ditutup. Pihak militer belum memberikan informasi tambahan mengenai identitas spesifik kedua tentara yang hilang tersebut.
(tps/luc)
Addsource on Google


















































