6 Emiten RI Kena Tendang MSCI, Bos Bursa Kasih Respons Tak Terduga

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut baik hasil tinjauan berkala Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk bulan Mei 2026. Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menyebut pengumuman rebalancing MSCI itu merupakan hal positif bagi pasar modal RI.

Sebab, selama ini pasar menghadapi ketidakpastian yang sangat tinggi yang berasal dari berbagai hal. Mulai dari gejolak global dan regional, dan penantian atas keputusan MSCI.

"Dan salah satu unsur ketidakpastian itu adalah pasar menunggu keputusan dari MSCI. Oleh karena itu tentu kami melihat dengan apa yang disampaikan oleh MSCI hari ini mengurangi satu unsur ketidakpastian. Tentu itu adalah sesuatu yang positif bagi pasar," ujar Jeffrey saat konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/5/2026).

Menurutnya, penilaian MSCI terhadap pasar saham RI ini juga menjadi dasar untuk bertumbuh bersama dengan seluruh pelaku pasar.

"Dan itu juga yang tadi disampaikan akan menjadi basis bagi kita untuk bertumbuh ke depan. Tentu bersama-sama dengan MSCI kita dan seluruh pelaku pasar," tuturnya.

Jeffrey menilai, koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan hari ini pasca pengumuman MSCI merupakan konsekuensi dari upaya pembenahan pasar modal. Meski demikian, ia memandang salah satu sumber ketidakpastian kini sudah terjawab.

"Mungkin kita sudah pahami bersama bahwa tadi disampaikan ini adalah konsekuensi jangka pendek dari aksi reformasi yang sudah kita lakukan," tukas Jeffrey.

Penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), memutuskan untuk mengeluarkan enam saham berkapitalisasi besar dan menengah Indonesia dan tidak ada penambahan saham baru. Hal ini merupakan hasil tinjauan berkala untuk bulan Mei 2026.

Penyesuaian konstituen ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada penutupan perdagangan tanggal 29 Mei 2026 atau akan berlaku pada 1 Juni 2026 mendatang.

Keenam saham itu antara lain, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT).

Namun demikian, saham AMRT dimasukkan ke MSCI Global Small Cap Indexes. Sementara itu, terdapat 13 saham Indonesia yang dikeluarkan dari indeks small cap MSCI.

Perubahan ini secara historis menjadi katalis yang memengaruhi arah pergerakan dana asing di pasar domestik, sehingga selalu mendapat perhatian khusus dari para pelaku pasar modal.

(fsd/fsd)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|