5 Wartawan Hilang Kontak saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, Ini Kondisi di Lapangan

4 hours ago 5

Harianjogja.com, JAKARTA— Lima wartawan foto dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). Mereka merupakan bagian dari rombongan yang berangkat menggunakan kapal dari Dermaga Pandeglang menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat (4/9/2026). Tidak hanya lima wartawan, terdapat tiga orang lainnya yang berada dalam kapal tersebut sehingga total delapan orang dinyatakan hilang kontak.

Lima wartawan yang berada dalam rombongan tersebut adalah wartawan Antara M. Bagus Khoirunnas, wartawan Merdeka.com Arie Basuki, wartawan iNews Yudistiro Pranoto, wartawan Anadolu Firdaus Wajidi, serta wartawan freelance Donal Husni.

Sementara tiga orang lainnya terdiri atas Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) yang bertugas sebagai pemandu.

Hilang kontaknya rombongan tersebut memicu perhatian sejumlah pihak, termasuk organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Ketua Umum PWI Pusat, Dwi Pambudo, mengatakan keselamatan seluruh wartawan foto dan kru kapal menjadi prioritas dalam situasi tersebut.

"Keselamatan rekan-rekan jurnalis di lapangan adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar. PFI Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang terus bergerak satu komando dalam memantau operasi penyelamatan ini," kata Dwi dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).

Berikut rangkaian fakta mengenai hilangnya kontak lima wartawan foto dan tiga kru kapal saat menuju Gunung Anak Krakatau hingga Rabu (9/9/2026).

Rombongan Berangkat dari Pandeglang

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan rombongan wartawan berangkat untuk menjalankan tugas liputan Gunung Anak Krakatau dari Dermaga Pandeglang pada Senin (7/9/2026).

Kapal yang membawa rombongan tersebut bertolak dari Dermaga Pandeglang Carita menuju Gunung Anak Krakatau sekitar pukul 14.00 WIB.

"Pukul 14.00 WIB bertolak dari dermaga Pandeglang Carita ke Gunung Anak Krakatau dengan estimasi 2 jam," ujar Amrad dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

Rombongan tersebut dipimpin Warta sebagai kapten kapal.

Dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau, kontak dengan rombongan kemudian dilaporkan hilang.

Menurut informasi yang diterima tim SAR, kontak terakhir dengan rombongan terjadi pada pukul 14.42 WIB di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Hampir empat jam setelah itu, posisi rombongan sempat terdeteksi berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Posisi tersebut tercatat pada pukul 18.13 WIB.

"Pada pukul 18.13 WIB, Senin 7 Sep 2026 posisi sudah di sekitaran Gunung Anak Krakatau. Hingga saat ini belum ditemukan," imbuh Amrad.

Sejak saat itu, keberadaan delapan orang yang berada di kapal tersebut belum diketahui.

Tim SAR Mulai Melakukan Pencarian

Informasi mengenai hilang kontak tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan operasi pencarian.

Tim SAR Pandeglang melakukan pencarian menggunakan speed boat dan menerjunkan satu unit RIB setelah mendapatkan informasi mengenai rombongan yang belum diketahui keberadaannya.

Tim SAR Tetuka juga turut menyusul untuk membantu pencarian di sekitar lokasi hilangnya kontak.

Penyisiran dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi terakhir keberadaan rombongan. Namun, hasil pencarian sementara belum menemukan keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

Salah satu pencarian dilakukan menggunakan RIB yang kemudian kembali bersandar di Dermaga Marina Carita.

"Pada pukul 18.15 WIB, RIB sandar di dermaga Marina Carita dengan hasil melakukan penyisiran di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang dengan radius 3,2 KM dari Gunung Anak Krakatau dengan hasil nihil," pungkasnya.

Dengan hasil tersebut, pencarian dilanjutkan pada hari berikutnya dengan melibatkan lebih banyak unsur dan sarana pencarian.

Hari Kedua Pencarian Diperluas

Basarnas Banten kembali menggelar pencarian pada Rabu (9/9/2026).

Pada hari kedua, tim SAR gabungan memperluas wilayah penyisiran. Tim dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk mengoptimalkan pencarian rombongan lima wartawan dan tiga kru kapal.

Kasie Ops dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan operasi SAR hari kedua dimulai sejak pagi.

"Operasi SAR hari kedua dimulai pada Rabu 9 September 2026, pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR dan dukungan berbagai sarana serta peralatan pencarian," ujar Rizky dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).

Empat SRU melakukan penyisiran menggunakan sejumlah kapal dan perahu operasional.

Sarana yang digunakan dalam pencarian antara lain KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, RIB 01 Lampung, dan RIB 02 Banten.

Selain armada laut, tim SAR juga mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, mulai dari rescue car, truk personel, drone thermal, peralatan SAR air, peralatan medis, perangkat komunikasi, hingga berbagai peralatan pendukung lainnya.

"Sejumlah sarana turut dikerahkan dalam operasi ini, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel, hingga drone thermal," imbuh Rizky.

Penggunaan drone thermal menjadi salah satu dukungan dalam memperluas kemampuan pencarian, sementara sejumlah kapal dan RIB digunakan untuk melakukan penyisiran di wilayah perairan.

Pencarian Libatkan Banyak Unsur

Operasi pencarian tidak hanya melibatkan Basarnas.

Personel Kantor Pencarian Pertolongan Banten dan Lampung turut dikerahkan bersama USS Pandeglang, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan pencarian sekaligus mengoptimalkan sarana yang tersedia.

Rizky mengatakan pencarian akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.

"Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian dengan mengoptimalkan seluruh unsur, sarana, dan peralatan yang tersedia. Pencarian juga akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, serta perkembangan informasi di lapangan," pungkasnya.

Faktor cuaca dan arus menjadi perhatian dalam operasi pencarian karena kondisi tersebut dapat memengaruhi proses penyisiran di wilayah perairan Gunung Anak Krakatau dan sekitarnya.

Polri Maksimalkan Pencarian

Dukungan terhadap pencarian juga datang dari Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan Polri berkomitmen mendukung penuh operasi pencarian dengan mengerahkan personel serta sarana yang dimiliki.

“Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur terkait terus memaksimalkan pencarian terhadap rekan-rekan jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan," ujar Isir di Jakarta, dikutip Rabu (9/9/2026).

Menurut Isir, unsur Polri yang terlibat dalam pencarian di antaranya Ditpolair Polda Banten bersama Basarnas.

Pencarian dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kondisi di lapangan.

Kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam operasi tersebut. Namun, keselamatan personel yang terlibat dalam pencarian juga tetap menjadi perhatian.

"Kolaborasi dan sinergi seluruh unsur menjadi bagian penting dalam upaya pencarian ini, dengan tetap memperhatikan kondisi serta keselamatan personel di lapangan,” pungkasnya.

PFI Pantau Keselamatan Para Jurnalis

Hilang kontaknya lima wartawan foto juga mendapat perhatian khusus dari Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Organisasi tersebut memantau perkembangan operasi pencarian bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang.

Dwi Pambudo menegaskan bahwa keselamatan para jurnalis yang sedang menjalankan tugas merupakan hal yang tidak dapat ditawar.

Pernyataan tersebut disampaikan seiring dengan masih berlangsungnya pencarian terhadap seluruh rombongan yang berada di kapal.

Bagi organisasi profesi, proses pencarian menjadi perhatian utama karena lima wartawan tersebut sedang menjalankan tugas peliputan Gunung Anak Krakatau.

Antara Bentuk Tim Khusus

Kantor Berita Antara juga memperkuat koordinasi terkait pencarian salah satu wartawannya, M. Bagus Khoirunnas, yang berada dalam rombongan tersebut.

Direktur Utama Kantor Berita Antara Benny Siga Butarbutar mengatakan perusahaan telah mengirimkan tim khusus yang merupakan gabungan ANTARA pusat dan Biro Banten.

Tim tersebut ditugaskan untuk memastikan komunikasi dan koordinasi dalam proses pencarian terus berlangsung.

“Saat ini kami juga sudah mengirimkan tim khusus Antara yang merupakan gabungan dari Antara pusat dan Biro Banten untuk memastikan seluruh upaya komunikasi dan koordinasi berjalan terus-menerus,” kata Benny dalam keterangan resmi, Selasa (8/9/2026).

Selain mengirimkan tim khusus, Antara juga mendirikan posko siaga media.

Posko tersebut melibatkan iNews (MNC Group) dan Merdeka.com sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarmedia.

Keberadaan posko diharapkan dapat membantu memastikan komunikasi terkait pencarian para pewarta foto berjalan lancar.

Benny juga mendorong petugas untuk meningkatkan intensitas pencarian terhadap rombongan yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

"Kami turut mendorong agar petugas bisa meningkatkan intensitas pencarian terhadap rombongan jurnalis yang belum diketahui keberadaannya hingga saat ini,” pungkasnya.

Merdeka.com Ingatkan Pentingnya Informasi Terverifikasi

Pemimpin Redaksi Merdeka.com, Wisnoe Moerti, juga menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Basarnas dan perusahaan media lainnya.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung pencarian rombongan wartawan yang berangkat menuju Gunung Anak Krakatau.

Di tengah proses pencarian, Wisnoe meminta seluruh pihak tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai kondisi para jurnalis maupun perkembangan operasi SAR.

Permintaan tersebut disampaikan agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kebingungan di tengah proses pencarian yang masih berlangsung.

"Kami berharap operasi pencarian berjalan lancar dan jurnalis kami dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat," tutur Wisnoe.

Pencarian Masih Berlangsung

Hingga Rabu (9/9/2026), pencarian terhadap delapan orang dalam rombongan tersebut masih dilakukan.

Lima di antaranya merupakan wartawan foto, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, dan Donal Husni yang merupakan wartawan freelance.

Tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Operasi SAR hari kedua melibatkan berbagai unsur dan menggunakan sejumlah kapal, perahu, RIB, drone thermal, hingga peralatan pencarian dan komunikasi.

Wilayah pencarian terus diperluas dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, serta perkembangan informasi yang diperoleh tim di lapangan.

Di sisi lain, koordinasi antara Basarnas, Polri, TNI, pemerintah daerah, organisasi profesi wartawan, perusahaan media, nelayan, masyarakat, dan unsur terkait terus dilakukan.

Prioritas seluruh pihak saat ini tetap sama: menemukan delapan orang yang hilang kontak tersebut dalam kondisi selamat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|